Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP).
Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP).

Rouhani: AS Ancaman Serius Bagi Stabilitas Global

Internasional as-iran
Marcheilla Ariesta • 14 Juni 2019 17:11
Bishkek: Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan tindakan Amerika Serikat (AS) menghadirkan ancaman serius bagi stabilitas global dan regional. Pernyataan ini disampaikan di forum internasional yang digelar di Kyrgyzstan.
 
"Pemerintah AS selama dua tahun terakhir, melanggar semua struktur dan aturan internasional serta menggunakan sumber daya ekonomi, keuangan dan militernya untuk mengambil pendekatan agresif dan menghadirkan risiko serius terhadap stabilitas di kawasan dan dunia," kata Rouhani, dikutip dari AFP, Jumat, 14 Juni 2019.
 
Rouhani menyampaikan pernyataan ini menyusul tuduhan AS yang menyebut Iran dalang dari penyerangan kapal tanker di perairan Teluk Oman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komando Pusat Amerika Serikat merilis sebuah video yang menunjukkan Iran menyerang kapal tanker di perairan Teluk Oman. Dalam video tersebut terlihat pasukan Iran mengeluarkan sebuah ranjau laut yang tidak meledak di salah satu dari dua kapal tanker.
 
Rekaman hitam putih tersebut dirilis dengan pernyataan Centcom yang menjabarkan waktu kejadian. Tak hanya video, Centcom juga merilis foto-foto yang menunjukkan ranjau yang terlihat, yang menempel di sisi kapal secara magnetis.
 
Baca juga:AS Rilis Video Bukti Iran Dalang Penyerangan Kapal Tanker
https://www.medcom.id/internasional/amerika/ob3xolYk-as-rilis-video-bukti-iran-dalang-penyerangan-kapal-tanker
Militer AS mengatakan Washington dan mitranya akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk pertahanan diri. Centcom menambahkan, Negeri Paman Sam tidak tertarik terlibat dalam konflik baru di Timur Tengah.
 
Namun Iran membantah tuduhan Washington tersebut. Malahan, kedua negara saling klaim menyelamatkan para awak kapal.
 
Iran mengatakan angkatan lautnya telah menyelamatkan 44 awaknya setelah kedua kapal itu terbakar dalam kecelakaan di lepas pantai. Tetapi Armada Kelima AS mengatakan kapal perangnya telah menerima panggilan darurat dari kedua kapal dalam 'laporan serangan'.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif