Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu 29 Juni 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu 29 Juni 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Bertemu Erdogan, Trump Sebut Pembelian S-400 'Masalah Bagi AS'

Internasional amerika serikat turki ktt g20
Willy Haryono • 29 Juni 2019 15:25
Osaka: Pembelian sistem pertahanan misil S-400 buatan Rusia oleh Turki adalah sebuah masalah. Demikian disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, Sabtu 29 Juni 2019.
 
Washington telah menyatakan posisi tegas dan menentang keras rencana Turki membeli S-400. Menurutnya, S-400 tidak sejalan dengan partisipasi Ankara dalam program pesawat jet tempur F-35 buatan Washington.
 
Terkait isu S-400 ini, AS telah memberikan ultimatum kepada Turki. AS memberi tenggat waktu kepada Turki hingga 31 Juli mendatang untuk membatalkan pembelian S-400, atau sejumlah unit F-35 yang telah disepakati tidak akan dikirim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah pilot Turki yang sedang berlatih mengoperasikan F-35 di AS juga akan diusir jika ultimatum tersebut diabaikan.
 
Baca:Amerika Serikat Ultimatum Turki
 
Selain tidak sejalan dengan program F-35, S-400 juga memicu kekecewaan Washington karena menilai seharusnya Turki memilih sistem pertahanan udara American Patriot.
 
Sikap AS ini ditegaskan kembali Trump saat bertemu Erdogan di Osaka. "(Pembelian S-400) itu adalah sebuah masalah, tidak diragukan lagi," kata Trump, disitat dari laman AFP.
 
"Hal tersebut menurut saya tidak baik. Sekali lagi, tidak baik," ungkapnya.
 
Namun, Trump juga menekankan bahwa Turki adalah "salah satu sahabat" Negeri Paman Sam yang menjalin hubungan baik di bidang perdagangan. Ia optimistis kerja sama volume perdagangan kedua negara akan meningkat dari tahun ke tahun.
 
Merespons ultimatum, Turki telah berkomitmen terhadap pembelian S-400. Sebelumnya pada bulan ini, Erdogan mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan perjanjian bisnis S-400 dengan Rusia. "Sistem (S-400) akan dikirim ke negara kami bulan depan," tutur Erdogan.
 
Bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, Erdogan mengatakan perjanjian dengan Negeri Beruang Merah adalah salah satu "prioritas Turki." Pernyataan tersebut mengindikasikan posisi Turki mengenai pembelian S-400 tidak berubah.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif