Aksi sejumlah jurnalis ketika meliput bentrokan Hong Kong. (Foto: AFP)
Aksi sejumlah jurnalis ketika meliput bentrokan Hong Kong. (Foto: AFP)

Jurnalis Hong Kong Mengaku Diserang Polisi saat Bentrokan

Internasional hong kong
Sonya Michaella • 08 Juli 2019 15:31
Hong Kong: Asosiasi Jurnalis Hong Kong menuding polisi telah menyerang jurnalis dan menghalangi kegiatan peliputan selama bentrokan di Kowloon, Tsim Sha Tsui.
 
"Polisi berulangkali mendorong jurnalis dan fotografer yang berada di depan, bahkan menyerang mereka," sebut pernyataan dari kelompok tersebut, dikutip dari South China Morning Post, Senin 8 Juli 2019.
 
Namun, rekaman video dari bentrokan semalam tidak terlihat kartu identitas polisi dari sejumlah pria yang menyerang jurnalis sehingga pengaduan sulit dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal-hal seperti ini berdampak pada kebebasan pers. Hong Kong tak pernah seperti ini sebelumnya," lanjut pernyataan itu.
 
Asosiasi Jurnalis Hong Kong mengatakan, seluruh jurnalis dan fotografer yang meliput demo penolakan RUU ekstradisi tersebut pasti akan mengenakan rompi bertuliskan pers.
 
"Tidak mungkin para petugas polisi tidak tahu bahwa yang ada di baris terdepan itu adalah para jurnalis yang sedang meliput," tulis pernyataan itu lagi.
 
Di kawasan Mong Kok, polisi anti huru-hara terus mendorong mundur para pedemo yang mengepung stasiun kereta. Polisi juga membubarkan para pedemo dengan tongkat.
 
Namun, ketika diminta menunjukkan kartu identitasnya oleh para jurnalis, polisi tersebut mengatakan tidak memerlukan kartu identitas saat bertugas menghadapi demo.
 
Sebulan sudah demo di Hong Kong berjalan. Seruan pedemo pun masih sama yaitu menolak RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka kriminal asal Hong Kong diadili di Tiongkok.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif