Kabut asap di Malaysia. (Foto: Bernama).
Kabut asap di Malaysia. (Foto: Bernama).

Malaysia Kembali Buka Sekolah usai Kabut Asap

Internasional kabut asap
Marcheilla Ariesta • 23 September 2019 10:35
Putrajaya: Sebanyak 296 sekolah di Kuala Lumpur, kembali dibuka. Sebelumnya sekolah-sekolah ini ditutup pada Kamis dan Jumat pekan lalu karena kabut asap yang mengganggu pernapasan.
 
Direktur Departemen Pendidikan Wilayah Federal, Maznah Abu Bakar mengatakan Indeks Polusi Udara (API) di Batu Muda dan stasiun Cheras berada di bawah 200.
 
"Kita melihat saat ini ada perubahan, di mana API berada di bawah 200," katanya, dilansir dari The Star, Senin, 23 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya di Kuala Lumpur, sebanyak 25 sekolah di Putrajaya kembali dibuka. Begitu pula di George Town, Penang, seluruh sekolah yang berjumlah 399 sudah kembali memulai kegiatan belajar mengajar.
 
"Informasi lebih lanjut akan diberikan dari waktu ke waktu jika ada perubahan. Semua sekolah telah diingatkan untuk mengikuti standar operasi prosedur (SOP) sembari memastikan dan memprioritaskan kesehatan staf dan siswa," imbuh Maznah.
 
Sekolah-sekolah di Negeri Jiran ini diperintahkan ditutup selama dua hari setelah API menunjukkan angka 200. Angka ini berarti tidak sehat dan berbahaya.
 
Kabut asap yang berasal dari karhutla di Kalimantan dan Sumatra diklaim memengaruhi kualitas udara di berbagai negara tetangga, yaitu Malaysia, Singapura, bahkan Thailand.
 
Songkhla dan Yala di Thailand Selatan merupakan wilayah yang terdampak kabut asap. Menurut Departemen Pengendalian Pencemaran, kualitas udara di Songkhla mencapai angka 50. Angka tersebut masuk kategori kualitas udara tidak sehat.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif