Militer Filipina dalam sebuah operasi di wilayah selatan. Foto: AFP
Militer Filipina dalam sebuah operasi di wilayah selatan. Foto: AFP

Filipina Pertimbangkan Cabut Darurat Militer di Mindanao

Internasional filipina
Arpan Rahman • 13 November 2019 16:27
Manila: Pihak berwenang Filipina mengatakan, mungkin tidak ada lagi kebutuhan untuk memperpanjang darurat militer di Mindanao. Wilayah selatan negara itu dikenal dengan populasi Muslim yang signifikan.
 
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan, tidak tertarik mempertahankan status darurat militer selama satu tahun lagi. Polisi Nasional Filipina (PNP) setuju dengan Lorenzana.
 
"Kedamaian dan ketertiban di Mindanao terkendali dan terus menunjukkan stabilitas yang nyata, suatu kondisi yang pada akhirnya dapat membuka jalan bagi pencabutan darurat militer," kata Juru Bicara PNP, Brigadir Jenderal Bernard Banac, disitat dari UPI, Rabu 13 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mindanao ditempatkan di bawah darurat militer setelah pengepungan Kota Marawi, yang berlangsung dari Mei hingga Oktober 2017.
 
Tentara Filipina memimpin pengepungan untuk merebut kembali Marawi dari militan yang terkait dengan Islamic State (ISIS).
 
Politisi Filipina sepakat dengan pemerintah setempat, termasuk Franklin Drilon, pemimpin minoritas senat.
 
"Sudah saatnya kita mengembalikan kenormalan di kawasan itu," kata Drilon, menurut Star.
 
Kekerasan telah menjadi masalah yang berulang di Filipina selatan. The Inquirer melaporkan pada Selasa bahwa para tersangka masih bebas berkeliaran sesudah pembunuhan Dindo Generoso, seorang komentator radio di Kota Dumaguete, ibu kota provinsi Negros Oriental.
 
Generoso sudah mengkritik bentuk perjudian lokal yang populer ketika ia ditembak mati pada Kamis, menurut Reporters Without Borders. Generoso telah mengaitkan perjudian dengan korupsi di wilayah tersebut.
 
Pihak berwenang Filipina "harus memastikan bahwa semua penjahat ini ditemukan dan dibawa ke pengadilan untuk memutus lingkaran setan impunitas yang begitu sering menyertai kejahatan kekerasan terhadap jurnalis Filipina," kata kelompok internasional itu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif