Pusat Intelijen Afghanistan Diserang Kelompok Bersenjata
Pasukan Afghanistan menjadi incaran serangan dari kelompok bersenjata (Foto: AFP).
Kabul: Setelah insiden bom bunuh diri yang menewaskan puluhan pelajar di Kabul, Afghanistan. Sejumlah pria bersenjata melancarkan serangan ke pusat pelatihan intelijen Afghanistan pada Kamis 16 Agustus 2018.
 
Insiden baru yang terjadi didalam minggu berdarah ini melumpuhkan pasukan pemerintah di seluruh Afganistan.
 
"Pertempuran sedang berlangsung dan daerah itu dikepung oleh pasukan keamanan Afghanistan," kata Juru Bicara Polisi Kabul, Hashmat Stanikzai, seperti dikutip AFP, Kamis 16 Agustus 2018.
 
Seorang petugas di tempat kejadian mengatakan bahwa baku tembak terjadi di dekat fasilitas pelatihan yang diawasi oleh Direktorat Keamanan Nasional. Kelompok bersenjata itu bersembunyi di sebuah konstruksi dekat perumahan.
 
Penyiar lokal Tolonews menyiarkan secara langsung daerah yang sudah ditutup tersebut dengan suara tembakan yang bergema. Belum ada yang memberikan informasi siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
 
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah seorang pengebom bunuh diri meledakkan bom di sebuah pusat pendidikan di Kabul barat. Bom meledak di tempat siswa sedang belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi yang menewaskan sedikitnya 37 orang.
 
Serangan itu menggarisbawahi harga yang dibayar oleh warga Afganistan dalam konflik yang hebat di wilayahnya. Termasuk serangan besar-besaran Taliban yang berlangsung selama berjam-jam di kota Ghazni sebelah timur.
 
Pasukan Afganistan tampaknya berhasil mendorong pasukan Taliban keluar dari ibu kota Provinsi Ghazni.
 
Bantuan kemanusiaan mulai dibuka pada hari Kamis, dan layanan komunikasi mulai beroperasi kembali setelah infrastruktur telekomunikasi dan gedung-gedung pemerintah hancur selama pertempuran.
 
Kekerasan yang terjadi setelah beberapa minggu setelah orang-orang Afganistan menandai gencatan senjata yang sebelumnya belum pernah terjadi antara Taliban dan pasukan pemerintah di bulan Juni, memberikan rasa lega bagi para warga sipil.
 
Laporan PBB menunjukan, serangan militan dan pengeboman bunuh diri adalah penyebab utama kematian warga sipil pada paruh pertama tahun 2018.
 
Pertempuran telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir ketika pasukan AS dan Afghanistan meningkatkan serangan darat dan udara terhadap Negara Islam (ISIS), dan Taliban menyatakan perang di wilayah mereka dengan kelompok tersebut. Taliban tidak mengakui penyerangan besar yang terjadi di Kabul selama berminggu-minggu.
 
ISIS, bagaimanapun, telah melakukan beberapa serangan di kota timur Jalalabad dan ibu kota Kabul dalam beberapa bulan terakhir, menargetkan beberapa tempat mulai dari kementerian pemerintah ke pusat pelatihan bidan. (Khalisha Firsada).



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id