Taliban Tetap Ingin Berbicara Langsung dengan AS
Kelompok militan Taliban. (Foto: STR)
Kabul: Kelompok militan Taliban Afghanistan menegaskan tidak akan pernah ada perdamaian di negara tersebut selama "pendudukan" asing masih terus berlanjut. 

Dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Radio Free Europe, Sabtu 18 Agustus 2018, Kepala Taliban Afghanistan Mullah Haibatullah Akhundzada menekankan kembali bahwa kelompoknya tetap berkomitmen terhadap "tujuan-tujuan Islam" dan kedaulatan negara.

Akhundzada menegaskan kelompoknya tetap "berkukuh untuk berbicara langsung dengan Amerika (Serikat)" untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Afghanistan.


Namun AS sejauh ini selalu berkata bahwa perundingan damai di Afghanistan harus dilakukan antara pemerintah dengan Taliban. AS menyebut posisinya di Afghanistan hanya pendukung pemerintah lokal.

Taliban di Afghanistan mulai bangkit kembali dalam beberapa tahun terakhir dan menguasai sejumlah wilayah di negara tersebut.

Lebih dari 100 personel keamanan dan 30 warga sipil Afghanistan tewas dalam sebuah serangan Taliban di kota Ghazni yang dimulai pada 10 Agustus.

Otoritas Afghanistan menyebut puluhan militan Taliban juga tewas dalam bentrokan di kota tersebut.

Serangan di kota Ghazni yang berlangsung selama beberapa hari itu mengundang respons militer AS. 

Juru bicara Angkatan Bersenjata AS di Afghanistan, Letnan Kolonel Martin O'Donnell, mengatakan Washington membalas serangan Taliban dengan menggunakan helikopter tempur dan pesawat tanpa awak alias drone.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id