Jepang-Indonesia Kembangkan Pelabuhan Perikanan di Pulau Terluar

Marcheilla Ariesta 25 Juni 2018 16:42 WIB
indonesia-jepang
Jepang-Indonesia Kembangkan Pelabuhan Perikanan di Pulau Terluar
Menlu Retno Marsudi turut membahas kerja sama maritim dengan Menlu Jepang Taro Kono (Foto: Antara).
Jakarta: Jepang dan Indonesia telah menyepakati kerja sama maritim dengan menandatangani Exchanges of Notes on the Integrated Marine and Fisheries Centers and Fish Market. Ada enam lokasi yang akan dikembangkan.
 
"Enam lokasi itu adalah Sabang, Natuna, Morotai, Biak, Saumlaki dan Moa," ucap Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin 25 Juni 2018.
 
Menurut Brahmantya, realisasi akan segera dilakukan. Dia mengatakan objektifnya enam pulau terluar Indonesia tersebut menjadi salah satu kepentingan Indonesia di bidang perikanan.
 
Dia menuturkan dananya mencapai enam miliar yen untuk enam lokasi tersebut. "Namun tergantung besar kecilnya lokasi di sana, seperti Natuna yang lebih besar, mungkin akan dapat dana yang lebih besar juga," imbuhnya.
 
Brahmantya menambahkan bentuk bantuannya akan berupa teknologi perikanan, pasar domestik dan pengembangan kapasitas. Dia juga menegaskan perjanjian ini hanyna berfokus pada perikanan saja, tidak untuk hal lainnya.
 
Jepang akan meneruskan implementasi untuk pengembangan perikanan di pulau terluar tersebut, seperti yang sudah ditandatangani September tahun lalu. Penandatanganan itu dilakukan Kementerian Koordinasi Maritim Indonesia dengan mitranya dari Jepang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang bertemu dengan Menlu Jepang Taro Kono menyatakan, kesepakatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama maritim yang berfokus pada pembangunan kapasitas untuk pengembangan infrastruktur, perikanan dan keamanan maritim.

Apa yang dilakukan oleh Indonesia dengan Jepang saat ini sejalan dengan langkah pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia poros maritim dunia.




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id