Pakistan Berduka atas Kematian 149 Orang dalam Serangan Bom
Masyarakat Pakistan mendoakan korban tewas dan luka serangan bom bunuh diri di Mastung yang menewaskan 149 orang. (Foto: AFP/Gettu)
Islamabad: Pakistan berduka atas kematian 149 orang, termasuk sembilan anak-anak, dalam sebuah serangan bom bunuh diri. 

Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan kedua usai Pakistan meraih kemerdekaan. Pakistan telah mendeklarasikan satu hari berkabung atas serangan tersebut.

Seorang pengebom bunuh diri beraksi di sebuah acara kampanye di Mastung, provinsi Balochistan, pada Jumat lalu. Ledakan besar itu menewaskan 149 orang dan melukai lebih dari 180 lainnya.


"Seorang calon legislatif termasuk deretan dalam korban tewas," kata keoolisian Pakistan, seperti disitir dari BBC, Selasa 17 Juli 2018. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim serangan tersebut.

Serangan terjadi menjelang pemilihan umum pada 25 Juli mendatang.

Kampnye pemilu dirusak aksi kekerasan, yang disebut para pengamat sebagai tindakan keras terhadap aktivis politik, wartawan, dan kritikus pemerintah.

Sebelumnya pada Jumat, serangan bom pada acara kampanye serupa di kota utara Bannu menewaskan sedikitnya empat orang. Sekitar 70 orang masih dirawat di rumah sakit setelah serangan itu.

Setelah pengeboman Jumat, mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif ditangkap di Pakistan setelah terbang pulang dari Inggris.

Perdana menteri tiga-periode itu digulingkan tahun lalu setelah penyelidikan kasus dugaan korupsi. Awal bulan ini, dia dijatuhi hukuman in absentia hingga 10 tahun penjara.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id