Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Foto: AFP)
Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Foto: AFP)

Tiongkok Sebut Penyebaran Virus Korona Terus Meningkat

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 26 Januari 2020 06:00
Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan penyebaran virus korona di seantero Negeri Tirai Bambu terus meningkat. Pernyataan disampaikan Xi dalam sebuah pertemuan khusus pemerintah di tengah momen perayaan Tahun Baru Imlek.
 
"Negara kita sedang menghadapi situasi serius," kata Xi kepada sejumlah pejabat senior, dilansir dari laman BBC, Minggu 26 Januari 2020.
 
Virus korona tipe Novel Coronavirus (nCoV) telah menewaskan sedikitnya 41 orang dan menginfeksi sekitar 1.400 sejak pertama kali muncul di kota Wuhan. Salah satu korban tewas adalah seorang dokter yang merawat pasien virus korona di Hubei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wuhan dan sejumlah kota lainnya di Tiongkok telah ditutup total. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di tengah bermunculannya kasus virus korona di banyak negara. Kota Wuhan merupakan episenter penyebaran virus korona nCoV.
 
Selain menutup akses ke Wuhan dan beberapa kota lain, otoritas Tiongkok tengah menggenjot upaya pembangunan dua rumah sakit darurat di Wuhan. Satu rumah sakit darurat ini diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur, dan yang kedua 1.300.
 
Sementara itu di Hong Kong, Carrie Lam yang merupakan pemimpin kota semi-otonom tersebut telah mendeklarasikan status darurat virus korona.
 
Semua sekolah di Hong Kong ditutup hingga 17 Februari mendatang. Semua penerbangan dari dan meuju Wuhan juga dihentikan. Tidak hanya pesawat, moda transportasi kereta antar Hong Kong dan Wuhan juga dibekukan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut.
 
Otoritas kesehatan Hong Kong telah mengonfirmasi 5 kasus virus korona. Kelima kasus itu terkait dengan Wuhan, kota yang menjadi episenter penyebaran virus korona nCoV. Saat ini ada 122 terduga virus korona yang sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di Hong Kong.
 
Masih di hari yang sama, Menteri Kesehatan Malaysia mengonfirmasi kemunculan tiga pasien virus korona nCoV. Ketiganya merupakan warga negara Tiongkok yang sedang berada di Malaysia.
 
Mereka sempat dikarantina di sebuah hotel di Johor Bahru sejak beberapa hari terakhir. Kini ketiganya telah dipindahkan ke Rumah Sakit Sungai Buloh untuk perawatan lebih lanjut.
 
Australia dan Nepal telah mengonfirmasi kasus perdana virus korona. Prancis juga telah mengonfirmasi tiga kasus, diklaim sebagai yang pertama di benua Eropa.
 
Sejumlah negara lainnya seperti Thailand, Jepang, dan Korea Selatan juga telah mengonfirmasi kasus virus korona nCoV.
 
Mengantisipasi virus korona, banyak negara -- termasuk Indonesia -- menerapkan pemeriksaan ketat di sejumlah titik masuk negara, baik di bandara maupun pelabuhan.
 
Gejala yang ditimbulkan virus korona nCoV mirip dengan penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS. Gejala umum yang ditimbulkan meliputi demam, batuk dan sesak napas.
 
Wabah SARS pada 2002-2003 telah menewaskan 744 kematian di 17 negara.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif