Yan Cheng berada sendirian di rumah karena kakak dan ayahnya dikarantina di tengah wabah virus korona.  (Foto: BBC/Weibo)
Yan Cheng berada sendirian di rumah karena kakak dan ayahnya dikarantina di tengah wabah virus korona. (Foto: BBC/Weibo)

Virus Korona: Ayahnya Dikarantina, Remaja Disabilitas Meninggal

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 04 Februari 2020 08:01
Huajiahe: Dua pejabat di Tiongkok dipecat usai seorang remaja disabilitas dengan penyakit cerebral palsy meninggal karena ayahnya dikarantina di tengah mewabahnya virus korona. Sang ayah merupakan satu-satunya orang yang merawat korban selama ini.
 
Yan Cheng, 16, ditemukan meninggal Rabu kemarin, satu pekan usai kakak dan sang ayah dikarantina. Korban meninggal akibat kelaparan dan juga kehausan.
 
Dikutip dari BBC, Selasa 4 Februari 2020, Wali Kota dan juga Sekretaris Partai Komunis cabang Huajiahe dipecat usai otoritas Tiongkok mengetahui kematian Yan Cheng. Kisah pilu ini viral di berbagai situs media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keluarga Yan Cheng tiba di Hubei, provinsi pusat penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV).
 
Menurut laporan media lokal, ayah korban sempat meminta tolong via situs Weibo. Ia mengatakan anaknya yang menderita cerebral palsy berada sendirian di rumah tanpa makanan dan air.
 
Cerebral palsy adalah nama dari salah satu kondisi medis yang biasa diidap anak atau remaja. Penyakit ini berimbas pada gerakan dan koordinasi fisik penderitanya.
 
Otoritas Tiongkok telah mengumumkan bahwa kematian Yan Cheng akan diselidiki.
 
Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, virus korona nCoV telah menewaskan 425 orang per hari ini, Selasa 4 Februari 2020. Sementara total infeksi di seantero Tiongkok telah melampaui 20.400.
 
Komite Politbiro Partai Komunis Tiongkok telah menyerukan adanya perbaikan "sistem manajemen darurat nasional" menyusul adanya sejumlah "kekurangan dan kesulitan dalam merespons wabah virus korona nCoV.
 
"Merupakan hal penting untuk memperkuat supervisi pasar, dan melarang serta memberantas segala bentuk perdagangan hewan liar secara ilegal," ungkap komite tersebut dalam sebuah pertemuan pada Senin kemarin.
 
Virus korona nCoV diyakini berasal dari sebuah pasar yang menjual berbagai hewan liar di Wuhan, kota di provinsi Hubei. Virus tersebut muncul pada akhir Desember tahun lalu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif