Tiongkok Sebut Capaian Baru dalam Kerja Sama dengan RI

Marcheilla Ariesta 27 November 2018 15:55 WIB
indonesia-tiongkok
Tiongkok Sebut Capaian Baru dalam Kerja Sama dengan RI
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian paparkan capaian kerja sama dengan Indonesia. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Jakarta: Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia dan Tiongkok mencapai usia ke-5. Dalam lima tahun terakhir, kerja sama kedua negara semakin banyak yang membuat hubungan semakin erat.

Salah satu kerja sama yang terlihat adalah dalam bidang transportasi, seperti kereta cepat atau light rail transit (LRT). Menurut Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, dalam lima tahun foreign direct investment (FDI) tumbuh signifikan.

"Kerja sama praktis telah mencapai hasil baru. Dalam lima tahun, FDI Tiongkok di Indonesia telah tumbuh secara eksponensial dari USD300 juta menjadi USD3,36 miliar, meningkatkan peringkat investasi Tiongkok dari posisi ke-12 menjadi ke-3," katanya, dalam seminar 'Indonesia-China 5 Years of Comprehensive Strategic Partnership' di Jakarta, Selasa 27 November 2018.


Xiao menuturkan Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Karenanya, kedua negara mengambil langkah untuk memperluas impor produk Indonesia.

Langkah ini dapat mempromosikan perkembangan perdagangan yang seimbang antara kedua negara. Dia menambahkan, kerja sama bilateral kedua negara juga berkembang di bidang infrastruktur.

"Kerja sama bilateral kami di sektor infrastruktur terus berlanjut, terbukti dengan selesainya beberapa proyek berskala besar seperti Bendungan Jatigede, bendungan terbesar kedua di Indonesia, Jembatan Tayan, jembatan jembatan baja terpanjang di Indonesia dan Palembang Light Rail Transit, sistem transit kereta ringan pertama di Indonesia," imbuh dia.

Xiao menambahkan, proyek-proyek besar itu semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan, kata dia, pemerintah kedua negara memperbarui pertukaran mata uang bilateral dan memperluas jangkauan menjadi 200 miliar yuan.

"Para pemimpin kami juga mencapai konsensus baru tentang perluasan impor kelapa sawit Indonesia dan menjajaki kerja sama pendanaan untuk perkebunan kelapa sawit," ungkapnya. Namun, hal ini tidak dijelaskan lebih rinci oleh Xiao.

Dalam seminar ‘Indonesia-China 5 Years of Comprehensive Strategic Partnership’ diselenggarakan oleh Centre for Strategic and International Studies. Dalam seminar ini dibahas hubungan kerja sama Indonesia dan Tiongkok, mulai dari economi, politik, pertahanan hingga sosial dan budaya.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id