NATO: AS Belum Siap untuk Bernegosiasi dengan Taliban
Jenderal John Nicholson berbicara di Kabul, Afghanistan, 20 November 2017. (Foto: AFP/SHAH MARAI)
Kabul: Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO membantah laporan yang menyebut komandan di Afghanistan menilai Amerika Serikat (AS) sudah siap bernegosiasi langsung dengan kelompok militan Taliban.

Jenderal John Nicholson asal AS berbicara dengan otoritas Afghanistan di Kandahar, tempat dirinya dilaporkan mengklaim Washington sudah "siap" berbicara dengan Taliban.

Dalam pernyataan resmi, Nicholson menyebut komentarnya tersebut salah diartikan. 


Ia mengklarifikasi ucapannya hanya menekankan kembali pernyataan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, yang pada Juni lalu menyebut AS siap "mendukung, memfasilitasi dan berpartisipasi" jika dialog damai dengan Taliban terwujud.

"AS bukan pengganti masyarakat atau pemerintahan Afghanistan," tegas Nicholson, dalam pernyataan yang dirilis misi Resolute Support NATO, seperti dikutip dari AFP, Senin 16 Juli 2018.

Juru bicara Resolute Support Letnan Kolonel Martin O'Donnell menambahkan bahwa AS mengeksplorasi "semua jalan" untuk mendorong proses perdamaian di Afghanistan.

"Namun semua upaya itu tetap dipimpin Afghanistan," sebut O'Donnell.

Taliban sudah sejak lama mengaku ingin berbicara langsung dengan AS. Namun Washington berkukuh pemerintah Afghanistan juga harus dilibatkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pemberontakan Taliban di Afghanistan kian menjadi. Pada 2017, Trump cenderung enggan untuk mengirimkan tambahan ribuan personel militer AS ke Afghanistan.

Akibatnya, pasukan keamanan Afghanistan kewalahan dalam menghadapi Taliban, yang diperburuk banyaknya aksi desersi, pembunuhan dan korupsi.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id