Menlu Retno: Rilis Bahasa Indonesia Kedubes AS Salah Terjemahan
Menlu Retno Marsudi usai melakukan pertemuan dengan Dubes AS Joseph R Donovan (Foto: Fajar Nugraha).
Tangerang: Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia mengeluarkan pernyataan bahwa Duta Besar Joseph Donovan telah melakukan konsultasi dengan berbagai mitra, termasuk Indonesia sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pernyataan tersebut diprotes Menteri Luar Negeri Retno Marsudi karena dianggap tidak benar.
 
 
Menlu Retno mengatakan, bahwa AS tidak melakukan konsultasi melainkan Indonesia yang berkomunikasi dengan Negeri Paman Sam, dan menyampaikan posisi terhadap rencana keputusan tersebut.
 
Dubes Donovan menuturkan bahwa ada kesalahan dalam rilis bahasa Indonesia yang disampaikan lewat situs resmi kedutaan mereka.
 
"Dubes AS menyampaikan adanya kesalahan dan menyampaikan klarifikasinya. Bahwa versi Indonesia tidak benar. Saya kira cukup jelas status rilis versi Bahasa Indonesia tidak benar," ucapnya.
 
Dalam komunikasi yang disampaikan Senin lalu, Menlu Retno menuturkan bahwa Indonesia meminta AS membatalkan rencana memutuskan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tak hanya itu, tiga jam sebelum pengumuman dilakukan, Menlu Retno juga menghubungi Menlu AS, Rex Tillerson. 
 
Menlu Retno menyampaikan hal serupa kepada Tillerson dan mengatakan posisi keras Indonesia atas keputusan tersebut.
 
Presiden Trump mengumumkan keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu siang waktu setempat. Padahal, kota suci tiga agama besar tersebut merupakan wilayah yang diperebutkan Palestina dan Israel.




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360