Maulana Fazlur Rehman (tengah) berbicara dalam aksi unjuk rasa di Islamabad, Pakistan, 3 November 2019. (Foto: AFP/FAROOQ NAEEM)
Maulana Fazlur Rehman (tengah) berbicara dalam aksi unjuk rasa di Islamabad, Pakistan, 3 November 2019. (Foto: AFP/FAROOQ NAEEM)

PM Pakistan Menolak Mundur, Pedemo Bertekad Lanjutkan Protes

Internasional pakistan
Willy Haryono • 05 November 2019 10:11
Islamabad: Maulana Fazlur Rehman, seorang ulama Pakistan yang memimpin aksi unjuk rasa ribuan orang di ibu kota dan mendesak agar Perdana Menteri Imran Khan mundur bertekad melanjutkan demonstrasi.
 
Pernyataan disampaikan setelah PM Khan menolak mundur dan mengabaikan tenggat waktu yang dilayangkan Rehman.
 
Memimpin salah satu partai Islam terbesar di Pakistan, Rehman menuding PM Khan berkuasa tahun lalu berkat bantuan militer Pakistan. Dalam sejarah Pakistan, militer telah berkuasa di pemerintahan selama hampir separuh dari total usia negara tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khan dan militer Pakistan membantah tudingan Rehman, yang telah lama dibicarakan sejak pemilihan umum 2018. Aksi protes yang digerakkan Rehman telah dimulai sejak Kamis pekan kemarin.
 
Satu hari setelahnya, ia mengeluarkan ultimatum kepada pemerintahan Pakistan, yakni PM Khan harus mundur dalam kurun 48 jam ke depan.
 
Dua partai oposisi Pakistan turut mendukung Rehman dan para pendukungnya. Namun tenggat waktu 48 jam diabaikan, dan PM Khan masih berkuasa hingga saat ini.
 
Meski simpatisan Rehman masih tetap antusias melanjutkan protes, beberapa partai oposisi lainnya tidak memobilisasi massa dalam jumlah besar. Sejumlah tokoh oposisi bahkan memilih meninggalkan Islamabad walau Rehman tetap bertahan.
 
Senin malam tadi, Rehman bertekad akan melanjutkan unjuk rasa sekaligus juga berbicara dengan pemerintah. Ia menyebut aksi unjuk rasa baru akan berhenti setelah semua partai oposisi sepakat menyikapi situasi saat ini.
 
"Para pemimpin ini harus mundur. Hak-hak massa harus diterima," tegas Rehman.
 
Belum diketahui pasti hingga berapa lama para pendukung Rehman akan tetap bertahan di Islamabad. Sejauh ini, mereka semua berkumpul di satu titik yang telah ditentukan di ibu kota.
 
Sebelumnya, PM Khan telah menyebut aksi unjuk rasa kali ini dapat disebut sebagai "pemerasan." Namun otoritas Islamabad menganggap demonstrasi ini berpotensi mengganggu ketertiban, sehingga sejumlah jalan menuju area diplomatik di Islamabad ditutup.
 
Aksi protes serupa pernah terjadi di Pakistan, termasuk pada 2014 yang dipimpin Khan. Saat itu, Khan merupakan seorang tokoh oposisi. Demonstrasi berlangsung selama beberapa bulan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif