Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Kendaraan Lindas Ranjau, 15 Warga Afghanistan Tewas

Internasional afghanistan
Medcom • 28 November 2019 12:51
Kabul: Sebanyak 15 warga sipil, termasuk delapan anak-anak, ditemukan tewas ketika kendaraan yang mereka tumpangi melindas ranjau di Kunduz.
 
"Sekitar pukul 5.00 sore (waktu setempat), sebuah ranjau yang ditanam oleh militan Taliban terlindas sebuah mobil sipil. Ledakan itu menewaskan 15 warga sipil dan melukai dua lainnya," kata Nasrat Rahimi, seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri.
 
“Enam wanita dan seorang pria juga termasuk di antara mereka yang tewas dalam ledakan di Kunduz,” imbuh Rahimi, dirilis dari The Strait Times, Kamis, 28 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu. Serangan itu juga tidak jelas ditargetkan untuk siapa.
 
Selain itu, ada bentrokan reguler di wilayah itu antara gerilyawan Taliban dan pasukan Afghanistan yang didukung Amerika Serikat. Gerilyawan menyerbu ibu kota Kunduz dan berhasil merebut kota itu pada awal September 2015. Namun, para aparat gagal menangkapnya.
 
Ledakan terjadi di antara waktu yang relatif tenang di mana serangan skala besar menurun dalam beberapa pekan terakhir. Jeda insiden mengikuti musim kampanye presiden yang berlumuran darah yang berakhir dengan pemilihan umum pada 28 September.
 
Selain itu, ledakan pada Rabu terjadi kurang dari seminggu setelah seorang warga negara asing terbunuh. Setidaknya, lima orang lainnya mengalami cedera dalam serangan granat terhadap kendaraan PBB di Kabul pada 24 November.
 
Serangan itu terjadi di jalan yang sering digunakan oleh pekerja lalu lintas PBB antar Kabul pusat dan kompleks besar PBB di pinggiran ibu kota.
 
PBB mengatakan, dua anggota staf lainnya -,satu Afghanistan dan satu internasional,- terluka. Lembaga-lembaga bantuan dan kelompok-kelompok nonpemerintah kadang-kadang menjadi sasaran dalam perang Afghanistan.
 
Pada 2011, tujuh pekerja asing PBB yakni empat warga Nepal, seorang Swedia, seorang Norwegia dan seorang Rumania dinyatakan tewas dalam serangan terhadap kompleks PBB di kota utara Mazar-i-Sharif.
 
Rakyat Afghanistan masih menunggu hasil pemilihan presiden pada 28 September itu. Pemilihan presiden dilakukan penghitungan ulang yang terhambat karena kesulitan teknis dan pertengkaran antara petahana, Presiden Ashraf Ghani, dan saingan utamanya, Abdullah Abdullah.
 
Rakyat Afghanistan juga menunggu hasil negosiasi antara Washington dan Taliban. Presiden AS Donald Trump pada September berupaya mengakhiri pembicaraan sepanjang tahun itu ketika kekerasan Taliban berlangsung hingga 22 November 2019.
 

 
Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif