Foto pada 29 September 2011 memperlihatkan roket Long March 2F yang membawa modul Tiangong-1 di provinsi Gansu, Tiongkok. (Foto: AFP/STR)
Foto pada 29 September 2011 memperlihatkan roket Long March 2F yang membawa modul Tiangong-1 di provinsi Gansu, Tiongkok. (Foto: AFP/STR)

Stasiun Antariksa Tiongkok Jatuh Menuju Pasifik

Internasional luar angkasa tiongkok
Willy Haryono • 02 April 2018 11:29
Beijing: Sebuah stasiun antariksa Tiongkok tercerai-berai saat jatuh menembus atmosfer Bumi, dan terjun bebas menuju perairan Pasifik Selatan, Senin 2 April 2018.
 
Badan Teknik Luar Angkasa Tiongkok menyebut Tiangong-1 "sebagian besar" terbakar di atas samudera Pasifik sekitar pukul 08.15 waktu Beijing.
 
Belum ada konfirmasi mengenai lokasi akhir jatuhnya laboratorium luar angkasa itu, namun banyak serpihannya diprediksi ada di Pasifik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas luar angkasa Tiongkok menjanjikan jatuhnya Tiangong-1 ini akan menjadi sesuatu yang "luar biasa" seperti peristiwa hujan meteor. Namun karena jatuhnya di Pasifik, hanya akan ada sedikit orang yang bisa melihatnya.
 
"Akan menjadi hal menyenangkan untuk dilihat orang-orang. Hal baiknya adalah, jatuhnya stasiun ini tidak menyebabkan kerusakan apa-apa di Bumi, dan itulah yang kita semua inginkan," ujar Jonathan McDowell, seorang astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.
 
Komando Komponen Luar Angkasa Gabungan (JFSCC) mengonfirmasi bahwa Tiangong-1 telah memasuki atmosfer Bumi di atas Pasifik. Namun akan ada serpihan lain yang kemungkinan jatuh di dekat Australia, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Korea Selatan
 
Apa itu Tiangong-1?
 
Tiangong-1 adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional versi Badan Antariksa Tiongkok (CMSA). Stasiun ini lebih ringan bilang dibandingkan dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS yang berbobot 420 ton.
 
Stasiun ini berbobot 8,5 ton, yang dibuat dari dua modul silinder: modul percobaan yang menjadi tempat kru dan modul layanan yang berisi mesin pendorong. Dua modul ini masing-masing memiliki panel surya.
 
Diluncurkan pada 2011, Tiangong-1 sudah menyelesaikan tiga misi, satu tanpa awak dan dua dengan awak.
 

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif