Hotel Tempat Kim Jong-un Menginap, Menolak Sewakan Kamar
Kamar President Suite di Hotel St Regist yang diyakini diinapi oleh Kim Jong-un (Foto: Chosun Ilbo).
Singapura: Hotel Mewah St Regis di Singapura menolak untuk membuka kamar antara lantai 17 dan 20. Lantai itu merupakan di mana pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan rombongannya menginap.
 
Diketahui Kim tiba di Singapura sejak 10 Juni dan pulang pada 12 Juni, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hingga Kamis 14 Juni, kamar-kamar di lantai tempat Kim menginap tidak bisa dipesan.
 
"Kami tidak dapat memesan kamar sampai hari Kamis," ujar seorang staf hotel, seperti dikutip Chosun Ilbo, Kamis 14 Juni 2018.
 
Tidak jelas apa maksudnya, tetapi tujuannya tampaknya untuk mencegah orang luar mengendus bukti fisik Kim seperti contoh rambut yang mungkin tertinggal di jok atau di tempat lainnya..
 
Untuk pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump, Kim tinggal di presidential suite di lantai 20, yang memiliki luas 335 meter per segi dan biaya 9.639 dolar Singapura atau sekitar Rp100 juta semalam.
 
Tidak hanya kamar, keanehan Kim juga termasuk dikabarkan membawa toiletnya sendiri. Hal ini dilakukan untuk mencegah orang luar mendapatkan akses ke sampel tinja.
 
Ternyata kebiasaan itu bukan dilakukan oleh Kim Jong-un saja. Ketika adik perempuannya Kim Yo-jong mengunjungi Korea Selatan selama Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada Februari, Korea Utara tampaknya sangat berhati-hati terhadap staf hotel yang membersihkan kamar yang dia gunakan.
 
Kim memakan makanannya di kamarnya, tampaknya makanan yang dibawa bersamanya dari Pyongyang berada di sisi yang aman. Tapi Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho dan pejabat lainnya menggunakan restoran hotel.
 
Makanan yang dipastikan selalu ada di restoran prasmanan adalah nasi, mie, dan kimchi. Sementara pengawal Korea Utara juga menggunakan restoran di hotel, tetapi kadang-kadang memakan McDonald's.
 
Beberapa pengawal tidak pernah bepergian keluar dari Korea Utara dan memiliki masalah berkomunikasi dengan staf Singapura. Seorang pengawal untuk Wakil Menteri Luar Negeri Choe Son-hui tidak tahu cara mengoperasikan kartu kunci di lift dan menjadi malu ketika Choe bertanya kepadanya, "Apa yang salah?"
 
Sebagian besar pengawal tinggal di lantai 17 hotel. Satu sumber lokal berkata, "Mereka mungkin tampak kaku, tetapi di kamar mereka, mereka merokok dengan bebas dan bahkan minum minuman keras."



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id