Singapura Deportasi Dua Jurnalis Korsel Terkait Bom
Polisi Singapura berjaga di sekitar Istana, kediaman resmi PM Lee Hsien Loong. (Foto: AFP)
Singapura: Dua jurnalis asal Korea Selatan (Korsel) yang bekerja untuk stasiun televisi KBS News, akhirnya dideportasi pihak Singapura.

Sebelumnya, mereka terciduk masuk tanpa izin ke rumah Duta Besar Korea Utara (Korut) di Joo Chiat Lane, Singapura, Jumat 8 Juni kemarin.

Setelah diperiksa lebih lanjut, polisi menemukan riwayat pencarian "bom bunuh diri" pada ponsel pintar salah satu dari jurnalis tersebut.


Baca: Terobos Rumah Dubes Korut, 2 Jurnalis Korsel Ditangkap

"Kunjungan mereka dibatalkan dan mereka telah dipulangkan ke Korsel pada 9 Juni 2018," tulis pernyataan dari Kepolisian Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Senin 11 Juni 2018.

Hal senada datang dari Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura K Shanmugam yang mengatakan alasan deportasi dua jurnalis Korsel ini akibat riwayat pencarian di ponsel pintar mereka.

"Sejumlah jurnalis juga ditolak masuk dalam beberapa hari terakhir," ucap dia tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Saat ini, pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah tiba di Singapura. Bahkan Kim telah terlebih dahulu dijamu oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong kemarin malam.

Kim dan Trump direncanakan akan bertemu pada 12 Juni besok di Hotel Capella, Pulau Sentosa, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. 




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360