Petugas berada di lokasi ambruknya sebuah jembatan di atas perlintasan rel kereta api di Mumbai, India, 3 Juli 2018. (Foto: AFP/PUNIT PARANJPE)
Petugas berada di lokasi ambruknya sebuah jembatan di atas perlintasan rel kereta api di Mumbai, India, 3 Juli 2018. (Foto: AFP/PUNIT PARANJPE)

Jembatan di Atas KRL Mumbai Ambruk, Ribuan Penumpang Telantar

Internasional kereta api india
Arpan Rahman • 03 Juli 2018 17:55
Mumbai: Sebuah jembatan di atas perlintasan kereta api ambruk di tengah hujan deras di Mumbai, India. Kejadian ini membuat ribuan pengguna KRL di Mumbai telantar.
 
Ambruknya jembatan di stasiun Andheri -- salah satu jalur kereta api di kota tersibuk di India -- juga melukai lima orang. Kelimanya telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
 
Dilansir dari BBC, Selasa 3 Juli 2018, layanan di jalur barat India terganggu sebagian, seiring semakin ramainya pengunjung di sejumlah stasiun kereta api. Polisi tiba di lokasi kejadian dan pekerjaan perbaikan pun dimulai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Janhavi Moole dari BBC Marathi, yang berada di lokasi kejadian, melaporkan bahwa gangguan pada layanan kereta api ini memicu kemacetan parah di jalanan kota Mumbai.
 
Chandrashekhar Sawant, masinis kereta api yang sedang mengangkut penumpang ke stasiun Andheri pada di pagi hari, mengatakan kepada BBC bahwa ia melihat jembatan runtuh sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Dia segera menarik rem darurat, hingga badan kereta berhenti hanya berjarak 200 meter dari reruntuhan jembatan.
 
Otoritas Mumbai menyebut tindakan cepat petugas telah menyelamatkan banyak nyawa. Pasukan Tanggap Bencana Nasional India telah tiba di lokasi dan memantau situasi secara seksama. Hingga saat ini, penyebab ambruknya jembatan belum diketahui.
 
Kereta api lokal adalah moda transportasi utama di Mumbai. Dengan populasi 22 juta jiwa, Mumbai merupakan kota terpadat keempat di dunia.
 
Tahun lalu, aksi berdesak-desakan dan saling injak terjadi di jembatan penyeberangan di stasiun Elphinstone, Mumbai. Insiden yang terjadi saat hujan deras itu menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya.
 
Sistem kereta api di Mumbai, menurut data estimasi Bank Dunia pada 2010, adalah yang paling banyak memikul beban kelebihan penumpang di seluruh dunia. Satu kereta di Mumbai biasa mengangkut 4.500 penumpang dari kapasitas maksimal 1.700 orang.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif