Jokowi-Mahathir Diharapkan Bahas Isu Perlindungan TKI
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad (Foto:AFP)
Jakarta: Migrant Care berharap isu perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) diutamakan dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad di Istana Bogor pada esok hari. 

"Agenda perlindungan buruh migran Indonesia harus menjadi agenda prioritas pertemuan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Mahathir Muhammad," sebut pernyataan tertulis yang diterima Medcom.id pada Kamis 28 Juni 2018. 

"Migrant CARE mendesak kepada Presiden Jokowi untuk memprioritaskan agenda perlindungan buruh migran Indonesia di Malaysia yang hingga ini masih terus menghadapi kerentanan, baik sebagai korban kekerasan, masuk dalam sindikat perdagangan manusia bahkan nyawanya diujung tanduk dalam ancaman hukuman mati," lanjut pernyataan tertulis itu.


Nota kesepahaman kedua negara tentang penempatan dan perlindungan TKI saat ini sudah habis masa berlakunya. Menurut kelompok tersebut, kedua pihak hingga kini belum mencapai kesepakatan untuk memperpanjangnya.

Migrant CARE mendorong kedua kepala pemerintahan untuk menjalankan prinsip-prinsip HAM dalam menuntaskan agenda perlindungan buruh migran. Pasalnya, kedua negara telah menandatangani  ASEAN Consensus on Protection and Promotion The rights of Migrant Workers yang merupakan salah satu instrumen HAM di kawasan.

Siti Aisyah

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan Arrmanatha Nasir mengatakan Presiden Jokowi kemungkinan mengangkat kasus Siti Aisyah dalam pertemuan tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan ya, karena itu tentunya kita bahas. Perlindungan WNI itu akan dibahas secara lengkap dan holistik," ucap Arrmanatha.
 
Namun, ujar dia, tentunya akan dibahas lebih kepada aspek politik soal komitmen dukungan Malaysia untuk memproses kasus Siti Aisyah sesuai hukum yang berlaki di sana.

 Meski demikian, dia mengatakan hingga saat ini belum ada rencana kedua pemimpin akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman mengenai perlindungan WNI.



(WAH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id