Dua perempuan kakak beradik Reem dan Rawan terjebak selama berbulan-bulan di bandara Hong Kong. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Dua perempuan kakak beradik Reem dan Rawan terjebak selama berbulan-bulan di bandara Hong Kong. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Terjebak Berbulan-bulan di Hong Kong, Dua Bersaudari Saudi Bebas

Internasional arab saudi hong kong
Arpan Rahman • 26 Maret 2019 14:14
Hong Kong: Dua perempuan kakak beradik asal Arab Saudi yang terjebak selama berbulan-bulan di Hong Kong akhirnya bebas dan telah tiba di sebuah negara aman. Menurut keterangan firma hukum yang mewakili Reem dan Rawan, kedua kliennya itu telah meninggalkan Hong Kong usai menerima visa kemanusiaan.
 
Reem dan Rawan -- kakak beradik yang menjadi contoh terbaru dari kasus wanita melarikan diri dari Arab Saudi dan terjebak di negara oain -- mengaku "sangat senang" kisah pelarian mereka "berakhir dengan bahagia."
 
"Kami senang kami menemukan jalan menuju keselamatan, untuk memulai kembali hidup kami yang terbebas dari kekerasan dan penindasan. Kami berharap kisah ini dapat menginspirasi orang lain di luar sana yang menghadapi situasi serupa," kata Reem dan Rawan dalam pernyataan gabungan, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa 26 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan kami juga ingin mengatakan dengan lantang dan jelas kepada Arab Saudi dan rezim lain yang memperlakukan wanita secara tidak adil: jangan pernah meremehkan kekuatan perempuan pemberani," sambung mereka.
 
Keduanya mengaku melarikan diri karena sering dipukuli ayah sejak usia muda. Reem dan Rawan juga mengaku dipukuli beberapa kakak laki-laki mereka atas alasan sepele, semisal telat bangun pagi.
 
Bahkan, kata Reem dan Rawan, adik laki-laki mereka yang baru berusia 10 tahun juga ikut dalam aksi pemukulan. "Adik saya masih anak-anak, tapi dia belajar (memukul) dari kakak dan ayah saya. Mereka bilang memukul adalah cara tepat bagi seorang pria untuk menangani wanita," tutur Reem.
 
Saat keluarga Reem dan Rawan berlibur ke luar negeri, keduanya kemudian melarikan diri. Mereka dapat mengambil paspor dari tas orang tua, yang biasanya disimpan secara ketat di brankas.
 
Rencana pelarian sudah dibicarakan dua tahun lalu. Kesempatan itu baru datang September 2018, saat keluarga besar Reem dan Rawan berlibur ke Sri Lanka.
 
Saat kedua orang tua mereka tidur, dua bersaudari itu pun mengambil paspor dari dalam tas dan terbang dari Colombo menuju Hong Kong.
 
Kisah Reem dan Rawan muncul setelah perhatian dunia tertuju pada Rahaf Mohammad Al-Qunun, seorang remaja putri asal Saudi. Ia juga melarikan diri dari rumahnya dan sempat terjebak di Thailand, sebelum akhirnya memperoleh suaka dari Kanada.
 
Baca:Dua Bersaudari asal Arab Saudi Terperangkap di Hong Kong
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif