Presiden Joko Widodo (tengah) dalam Sesi III KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu 29 Juni 2019. (Foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo (tengah) dalam Sesi III KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu 29 Juni 2019. (Foto: Biro Pers Setpres)

Forum G20 Sepakati Kerja Sama Pembiayaan Kesehatan Berkelanjutan

Internasional ktt g-20
Candra Yuri Nuralam • 30 Juni 2019 07:18
Jakarta: Para Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan di forum KTT G20 Osaka, Jepang, menyepakati Shared Understanding Document (SUD). Dokumen ini berisikan komitmen para menteri untuk saling bekerja sama mendukung pembiayaan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, termasuk pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC).
 
Para menteri kesehatan dan menteri keuangan juga ingin pertemuan join session yang dilakukan di sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 menjadi momen kolaborasi sektor keuangan dan kesehatan. Hal ini dinilai dapat membuat negara-negara yang menyetujui bisa mengatasi tantangan bersama dalam pencapaian UHC dan SDGs Bidang Kesehatan pada 2030.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah sejatinya sudah mengusahakan jaminan kesehatan nasional (JKN) untuk mencapai UHC. Saat ini, kata dia, telah mencakup 220 juta peserta atau 83,5 persen dari total penduduk dengan dukungan lebih dari 25 ribu penyedia layanan kesehatan. Meski keberhasilan itu luar biasa namun tantangan dari masih tetap ada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas penganggaran kesehatan; diversifikasi sumber keuangan JKN antara lain dari cukai rokok; pemberian insentif kepada intervensi kesehatan yang paling efektif, termasuk program gerakan masyarakat hidup sehat dan pengurangan risiko penyakit; serta mengembangkan strategi investasi jangka panjang untuk akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal," kata Sri Mulyani di Osaka, Jepang, Sabtu 26 Juni 2019.
 
Sementara, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan kesehatan adalah hal yang penting dalam kualitas dan produktifitas sumber daya manusia (SDM). Indonesia saat ini memiliki skor Human Capital Index sebesar 0,53 yang berarti bahwa produktifitas generasi mendatang hanya akan mencapai setengah dari potensinya.
 
Pembiayaan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk kategori lansia dan pergeseran epidemiologi menuju penyakit degeneratif dan kronis. Terlebih lagi dampak perubahan iklim dan peningkatan mobilisasi populasi global mengancam risiko kesehatan global dan potensi pandemik yang dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.
 
Nila mengatakan, hal ini merupakan kesulitan yang dialami pemerintah. Untuk itu, dia menegaskan pemerintah harus tetap berkomitmen untuk meningkatkan peningkatan investasi dibidang kesehatan dan anggaran minimum lima persen APBN.
 
Nila juga mengatakan pemerintah terus meningkatkan program pembangunan Indonesia sehat dengan tiga pilar untuk menangkal kesulitan itu. Ketiga pilar itu merupakan pembangunan paradigma sehat melalui antara lain Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, penguatan sistim pelayanan kesehatan, dan pencapaian UHC melalui program JKN.
 
Dokumen SUD sebelumnya dibahas pada Pertemuan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di Fukuoka pada 8-9 Juni 2019 dan dipresentasikan pada Joint Session Health and Finance Ministers G20 untuk mendapatkan dukungan penuh para Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan negara anggota G20. SUD berisikan komitmen untuk melakukan berbagai upaya mendukung pembiayaan kesehatan menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
 
Misalnya, prioritas sumber daya nasional secara adil dan setara serta penyediaan sumber daya luar negeri untuk melengkapi; pembangunan system kesehatan yang setara dan efektif; peningkatan kesiapan dan tanggapan menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat; pembangunan kapasitas; kontribusi sektor swasta, dan peningkatan peran dan kerja sama Menteri Keuangan dengan Menteri Kesehatan untuk mempercepat pencapaian UHC.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif