Anwar Ibrahim berencana untuk memimpin Malaysia dalam dua tahun mendatang. (Foto: AFP).
Anwar Ibrahim berencana untuk memimpin Malaysia dalam dua tahun mendatang. (Foto: AFP).

Anwar Ibrahim Akan Gantikan Mahathir dalam Waktu Dua Tahun

Internasional anwar ibrahim
Fajar Nugraha • 14 Februari 2019 15:10
New York: Anwar Ibrahim menegaskan akan menunggu untuk berkuasa di Malaysia, paling tidak hingga kurang dari dua tahun terakhir. Dia menegaskan ingin memberi waktu pemimpin saat ini untuk memerintah secara efektif.
 
“Tentunya bukan lima tahun, karena dia (Perdana Menteri Mahathir Mohamad) sudah jelas hanya akan berkuasa setidaknya dua tahun,” ujar Anwar Ibrahim, ketika berada di New York, seperti dikutip The Star, Kamis, 14 Februari 2019.
 
“Sangat penting untuk memberikan waktu kepadanya agar memerintah dengan efektif, karena kami dalam situasi yang sulit saat ini,” jelasnya, mengenai pemerintahan Mahathir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahathir sendiri sudah menegaskan ketika kampanye tahun lalu, dirinya akan memberikan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim. Hal itu disampaikannya sepekan sebalum pihak oposisi Pakatan Rakyat secara mengejutkan memenangkan pemilu Malaysia.
 
Sementara Anwar sendiri usai dibebaskan dari penjara dan mendapatkan pengampunan dari raja, mengatakan akan melalukan perjalanan ke luar negeri dan menghabiskan dengan keluarga.
 
Kedua tokoh politik Negeri Jiran ini tampak terus bersatu di hadapan publik. Hal ini memperluas kewenangan Mahathir dalam memerangi korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sebelum Anwar naik ke puncak kepemimpinan. Kasus 1MDB sendiri diduga melibatka mantan PM Najib Razak, yang dikalahkan Mahathir pada pemilu Mei 2018 lalu.
 
Baik Anwar dan Mahathir mengalami pasang surut dalam hubungan politik mereka. Ketika Mahathir berkuasa di periode pertama, Anwar sempat menjadi deputi perdana menteri sebelum akhirnya dipecat pada 1998.
 
Tidak berakhir pada pemecatan, Anwar juga dipenjara atas tuduhan melakukan sodomi terhadap bawahannya sekaligus dianggap menyalahgunakan kekuasaan. Semua tuduhan ini dibantah oleh Anwar dan menyebutkan kasus hukum yang dialaminya, didasarkan atas motif politik.
 
Kini Anwar kembali aktif dalam politik dan berkampanye untuk kursi parlemen setelah lima usai dirinya dibebaskan. Tidak hanya itu, politikus berusia 71 tahun ini juga memegang posisi di Dewan Penasihat Pakatan Harapan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi