Waralaba Indonesia Siap Serbu Pasar Korea Selatan
Warga negara Indonesia di Korea Selatan diberikan pelatihan mengenai waralaba. (Foto: KBRI Seoul).
Seoul: Contoh sukses waralaba Indonesia sudah cukup banyak. Namun saat ini sudah waktunya waralaba Indonesia melebarkan jaringnya ke luar negeri.

Inilah yang dilakukan oleh beberapa waralaba Indonesia yang sudah siap melakukan ekspansi ke Korea Selatan (Korsel). Pemasaran bisnis waralaba cenderung lebih mudah karena sudah lebih dahulu di kenal masyarakat, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit.

Konsep inilah yang coba ditawarkan di Korea Selatan, khususnya kepada diaspora Indonesia yang sudah lama menetap di sana. Tidak ketinggalan termasuk juga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Pelajar Indonesia melalui seminar Kewirausahaan di Busan, Korsel 18 November dalam program pendampingan waralaba nasional. 


Hasilnya pun terbilang cukup menggembirakan.Tercatat pada saat penyelenggaraan Seminar nilai total surat minat kerja sama yang ditandatangai calon mitra waralaba mencapai  Rp1,5 miliar untuk tiga waralaba Indonesia. Minat kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing merek-merek waralaba Indonesia yang selama ini telah sukses merambah pasar luar negeri. Sebagai contoh, Alfamart sudah menguasai Filipina dengan 174 gerai, J.Co Donuts & Coffee sudah merambah 4 negara, juga Baba Rafi dengan 60 gerai yang tersebar di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, Tiongkok dan Belanda.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi, menyambut baik hasil ini. Khusus untuk Pekerja Migran Indonesia yang sudah hampir purnatugas, Dubes berpesan agar tidak takut pulang dan  memanfaatkan kesempatan bisnis ini di Indonesia.

“Masa depan Indonesia sangatlah cemerlang. Indonesia merupakan pasar yang sedemikian besar ditunjang  daya beli masyarakat baik dan terus meningkat. Waralaba merupakan salah satu alternatif usaha yang bisa dikembangkan dengan modal yang didapat dari bekerja di Korea ini,” ujar Dubes Umar, dalam keterangan tertulis KBRI Seoul, yang diterima Medcom.id, Selasa, 20 November 2018. 

Sementara itu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti menggarisbawahi  pertumbuhan waralaba di Indonesia yang sangat pesat. “Hingga saat ini  terdapat 555 merek usaha waralaba dan yang berpontensi diwaralabakan dengan jumlah gerai 45 ribu di Indonesia. Dengan sistem waralaba semua orang dapat memulai bisnis dengan risiko minimal walaupun pengalaman dan talenta bisnis yang dimiliki belum cukup banyak,” ungkapnya.

Waralaba menjadi salah satu cara untuk menjadi enterpreneur karena keunggulan yang dimiliki ditunjang dengan kemauan dan kerja keras pelaku usahanya. Hal ini dikarenakan bisnis Waralaba biasanya sudah teruji dan mengalami proses trial and error sehingga mudah untuk dijalankan bahkan oleh pemula dan pelaku usaha skala kecil dan menengah. 

Jumlah WNI di Korea Selatan sampai dengan 31 Juli 2018 sebanyak 35.269 orang dengan rincian PMI dan anak buah kapal (ABK) berjumlah 33.438 orang. Rata-rata PMI dan ABK bekerja tiga Tahun dan dapat diperpanjang hingga 5 tahun. Sekembalinya ke Indonesia, para PMI dan ABK ini diharapkan dapat lebih mandiri dengan menjadi enterpreneur yang bisa memajukan perekonomian bangsa.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id