Kunjungan rombongan Kemenlu RI ke Kupang, NTT, Senin 4 November 2019. (Foto: Kemenlu RI)
Kunjungan rombongan Kemenlu RI ke Kupang, NTT, Senin 4 November 2019. (Foto: Kemenlu RI)

Kemenlu RI Siap Bantu Ekspor Produk Unggulan NTT

Internasional ekspor kemenlu
Willy Haryono • 05 November 2019 11:30
Kupang: Kementerian Luar Negeri Ditjen Asia Pasifik dan Afrika telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggar Timur guna membahas isu-isu seputar diplomasi ekonomi.
 
Rombongan Kemenlu RI dipimpin Sekretaris Ditjen Aspasaf, Rossy Verona, dan diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Samuel Rebo dan Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Sekda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara.
 
Turut hadir wakil dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah, antara lain Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta KADIN NTT. Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Pemasaran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Eximbank Denpasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertemuan tersebut, Sesditjen Aspasaf menyampaikan tujuan tatap muka dengan Pemprov NTT, yakni untuk menggali sejumlah komoditi lokal yang memiliki potensi untuk diekspor ke berbagai negara.
 
Rossy menambahkan, Kemenlu RI siap membantu memfasilitasi Pemprov NTT dalam hal penetrasi pasar dan promosi produk unggulan kepada pasar sasaran melalui berbagai pameran perdagangan serta Perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Pasar di kawasan Aspasaf sangat potensial dan terbuka bagi produk unggulan NTT.
 
Selain itu, Rossy juga menyampaikan agar sebuah produk layak diekspor, maka harus memenuhi standar dan aturan perdagangan internasional, seperti soal kesehatan, keamanan, keselamatan, dan penggunaan bahasa Inggris dalam pengemasan.
 
Untuk meningkatkan daya saing NTT, juga perlu dipastikan agar pengolahan produk harus ramah lingkungan dan tidak menggunakan tenaga kerja di bawah umur. Selain itu, juga perlu disusun suatu narasi yang membedakan produk unggulan NTT dengan wilayah lain dan menonjolkan kearifan lokal.
 
Dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Medcom.id, Selasa 5 November 2019, Pemprov NTT menanggapi positif niat baik Kemenlu RI dan menyampaikan kesediaan untuk terus mendorong pengembangan UMKM serta lebih giat dalam melakukan promosi. Pemprov saat ini tengah mencanangkan program Masyarakat Ekonomi NTT sebagai salah satu upaya menciptakan NTT sebagai provinsi exportir layaknya Jawa Timur dan Bali.
 
Kemenlu RI Siap Bantu Ekspor Produk Unggulan NTT
Diskusi antara Kemenlu RI dan Pemprov NTT. (Foto: Kemenlu RI)
 
Di samping itu, Pemprov NTT juga telah bekerja sama dengan Pemprov NTB dan Bali untuk menyelenggarakan kegiatan Sunda Kecil Expo pada 14-17 November 2019 di Kupang, sebagai salah satu strategi promosi potensi daerah.
 
Karo Ekonomi dan Kerja Sama menambahkan, NTT memiliki sejumlah produk unggulan yang sudah diekspor ke berbagai negara seperti kopi, cokelat, garam, jambu mete, rumput laut, perikanan, dan tenun ikat.
 
Produk-produk ini telah diekspor ke Tiongkok, Argentina, Jepang, Australia, Timor Leste, Singapura, Malaysia, Korsel, dan beberapa negara di Eropa. Komoditi unggulan lainnya, daun kelor, juga akan diekspor ke Jepang setelah seluruh perizinan ekspor telah rampung.
 

Kepala Kantor Pemasaran LPEI Denpasar, Muhammad Tito Septiarto, menyampaikan kesediaan LPEI untuk mendorong peningkatan ekspor produk unggulan NTT.
 
Pria yang akrab dipanggil Tito ini menyebutkan bahwa pihaknya siap membantu pembiayaan dan jasa konsultasi ekspor, serta program pembangunan kapasitas kepada para pelaku UMKM di wilayah NTT. Pembiayaan yang akan diberikan adalah dalam bentuk KURBE (Kredit Udaha Rakyat Berorientasi Ekspor).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif