Tiongkok sudah tiga hari berhenti mengabarkan angka covid-19 harian./AFP
Tiongkok sudah tiga hari berhenti mengabarkan angka covid-19 harian./AFP

Sudah 3 Hari, Tiongkok Tidak Umumkan Laporan Harian Covid-19

Marcheilla Ariesta • 12 Januari 2023 21:29
Beijing: Tiongkok belum memperbarui laporan harian covid-19 selama tiga hari. Hal ini menambah kekhawatiran global bahwa kekosongan informasi menutupi dampak sebenarnya dari wabah terbesar di dunia itu.
 
Terakhir kali negara itu menerbitkan pembaruan situasi covid-19 hariannya, termasuk kasus dan jumlah pasien yang sakit parah serta kematian, adalah pada Senin, 9 Januari 2023.
 
Meskipun belum ada pemberitahuan resmi tentang penghentian tersebut, pejabat kesehatan mengatakan bulan lalu bahwa Tiongkok akan beralih ke laporan bulanan sebagai bagian dari penurunan tingkat manajemen virus, tanpa memberikan tanggal spesifik untuk perubahan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kurangnya informasi tentang dampak poros pandemi tiba-tiba Tiongkok bulan lalu memicu kekhawatiran di seluruh dunia, bahwa penyebaran virus sevara masif dapat menyebabkan mutasi.
 
"Hal ini telah mendorong banyak negara untuk memperkenalkan langkah-langkah yang menargetkan pelancong dari negara tersebut," lapor Bloomberg, Kamis, 12 Januari 2023. 
 
Baca juga: Tiongkok Klaim Puncak Gelombang Covid-19 Sudah Terlewati di Banyak Wilayah
 
Pada Rabu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui seruannya untuk lebih banyak data covid-19 dari Tiongkok. WHO menekankan perlunya berbagi informasi tentang jenis yang beredar, serta apakah kasus naik atau turun di kota dan daerah pedesaan tertentu.
 
Akhir yang jelas dari laporan harian di tengah rekor gelombang infeksi bertentangan dengan negara lain yang terus merilis informasi secara publik bahkan setelah beralih untuk hidup dengan virus. Pusat regional utama di Asia, termasuk Hong Kong, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan melaporkan angka harian. 
 
Selandia Baru juga terus melaporkan kasus covid-19 setiap hari selama berbulan-bulan setelah dibuka kembali sebelum beralih ke rilis mingguan.
 
Setelah wabah awal Wuhan yang membanjiri sistem kesehatan pada awal 2020, pembaruan harian Tiongkok menjadi standar emas untuk informasi tentang setiap infeksi di negara tersebut karena upaya pengujian dan pelacakan ekstensif yang mendukung 'nol covid-19'.
 
Tetapi jumlah kasus menjadi tidak dapat diandalkan selama sebulan terakhir setelah Beijing menghentikan pengujian massal dan tindakan pengendalian lainnya. Dan angka kematiannya menuai kritik karena 'definisi sempit' pejabat tentang apa yang mereka anggap sebagai kematian akibat covid-19.
 
Tiongkok telah melaporkan kurang dari 40 kematian sejak titik balik utama dari 'nol covid-19' pada awal Desember. Tetapi penghitungan tersebut kontras dengan laporan di lapangan tentang rumah duka dan krematorium yang kewalahan di seluruh negeri.
 
Dalam laporan Senin kemarin, para pejabat mengatakan ada 7.557 kasus parah di seluruh negeri, meningkat lebih dari 1.100 dari hari sebelumnya. Ada sekitar 14.000 kasus baru yang dikonfirmasi pada Minggu lalu.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif