Petugas menyemprotkan disinfektan di tengah kekhawatiran pandemi covid-19 di Najaf, Irak. (Foto: AFP)
Petugas menyemprotkan disinfektan di tengah kekhawatiran pandemi covid-19 di Najaf, Irak. (Foto: AFP)

Parlemen Irak Peringatkan Risiko Kelaparan di Tengah Pandemi

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 28 Maret 2020 20:02
Baghdad: Pemerintah federal Irak didorong untuk mengadopsi sebuah strategi yang dapat menjamin ketersediaan makanan serta uang bagi warga yang membutuhkan bantuan di tengah pandemi virus korona covid-19. Seruan disampaikan Ketua Komite Hak Asasi Manusia Parlemen Irak, Arshad al-Salhi.
 
Ia memperingatkan bahwa bencana kelaparan di Irak bisa saja terjadi di tengah pandemi covid-19. Pernyataan disampaikan al-Salhi di tengah peringatan peristiwa pembantaian Elton Kobri dan Khurmato Taza.
 
"Kami menginformasikan pemerintah Irak dan Dewan Menteri bahwa banyak warga Irak kesulitan mendapat makanan karena minimnya uang," ujar al-Salhi, dikutip dari laman Shafaaq News, Sabtu 28 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kementerian Perdagangan, Tenaga Kerja, dan Sosial perlu berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan pokok warga, terutama yang berada di bawah garis kemiskinan, tercukupi. Pemerintah perlu menerapkan strategi dalam mendistribusikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," sambungnya.
 
Ia menilai uang untuk membantu masyarakat miskin di Irak ini bisa diambil dari anggaran darurat pemerintah. "Strategi ini harus segera dilaksanakan. Jika tidak, akan ada potensi terjadinya bencana kelaparan," tutur al-Salhi.
 
Arab Habib Karim, salah satu anggota dewan perwakilan rakyat untuk wilayah Baghdad, juga menyerukan pemerintah untuk merumuskan rencana jangka panjang di tengah pandemi covid-19.
 
Menurutnya, pemerintah Irak juga perlu mempertimbangkan faktor perekonomian negara meski saat ini sedang fokus menangani pandemi covid-19.
 
"Rencana jangka panjang diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi serta dampak-dampak sosial yang mengikutinya," ungkap Karim.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins hingga Sabtu ini, jumlah kasus covid-19 di Irak 458 dengan 40 kematian dan 122 pasien sembuh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif