Sebuah klub malam di Itaewon, Korea Selatan yang menjadi klaster baru covid-19. Foto: AFP
Sebuah klub malam di Itaewon, Korea Selatan yang menjadi klaster baru covid-19. Foto: AFP

Angka Infeksi Covid-19 di Klaster Klub Malam Korsel Meningkat

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 12 Mei 2020 13:21
Seoul: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melaporkan adanya penambahan jumlah infeksi virus korona (covid-19) di klaster baru Itaewon. Angka infeksi menjadi 101, naik dari 86 pada hari sebelumnya.
 
Infeksi ini diketahui berasal dari sebuah kelab malam di wilayah Itaewon, salah satu daerah terbesar di ibu kota Korea Selatan, Seoul. Pejabat kesehatan berusaha melacak lebih dari 5.500 orang yang mengunjungi kelab dan bar itu dari 24 April hingga 6 Mei.
 
Baca: Korsel Berupaya Redam Penyebaran Covid-19 di Klaster Kelab Malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari Straits Times, Selasa 12 Mei 2020, lebih dari setengahnya tetap di luar jangkauan. Padahal infeksi covid-19 terus meningkat.
 
Penyebaran ini merupakan ancaman terbesar bagi keberhasilan negara-negara di Asia dalam mengekang epidemi melalui pengujian yang cepat dan luas. Alih-alih memberlakukan pembatasan ketat, Korea Selatan mengandalkan program pengujian mereka yang memungkinkan para petugas kesehatan mengidentifikasi dan mengisolasi mereka yang terinfeksi sebelum menyebarkan ke orang lain.
 
Namun, tanda-tanda infeksi dari klaster baru ini mungkin akan cukup sulit dihilangkan. Dari 101 orang yang terinfeksi sejauh ini, 64 tinggal di Seoul, sedangkan yang lain di kota terdekat seperti Gyeonggi dan Incheon.
 
"Sistem karantina Korea Selatan saat ini menghadapi tantangan setelah infeksi dari kelab Itaewon," kata Direktur Jenderal Kebijakan Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Korsel Yoon Tae-ho.
 
"Kami telah menguji 12.000 orang pada Senin kemarin. Jumlah tersebut melebihi rata-rata harian pengujian yang hanya sekitar 5.000," imbuhnya.
 
Kelab di Itaewon banyak dikunjungi kalangan homoseksual di Korea Selatan. Akibat munculnya cluster terbaru ini, muncul komentar antihomoseksual yang mendiskriminasi.
 
"Ada tingkat diskriminasi dan permusuhan besar terhadap homoseksualistas," kata Profesor Kwak Hye-weon dari Universitas Daekyung.
 
Baca: Itaewon Jadi Kota Hantu usai Munculnya Klaster Covid-19.
 
Perlindungan terhadap homoseksual di negara ini tidak kuat. Terlebih sebanyak 58 persen warga Korea Selatan menentang homoseksual di negara tersebut.
 
"Kaum minoritas seksual di Korea berisiko kehilangan keluarga, teman, pekerjaan, karir, dan kehidupan mereka. Namun, jika tidak ada stigmatisasi dan kebencian terhadap pasien, pada akhirnya akan dapat teratasi," terangnya.
 
Per 12 Mei 2020, jumlah kasus infeksi di Korsel mencapai 10.936 kasus. Korea Selatan berhasil mengekang pertumbuhan kasus infeksi, padahal sebelumnya mereka salah satu negara paling terdampak covid-19 di luar Tiongkok.
 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif