PBB akan adakan pertemuan mengenai covid-19. Foto: AFP
PBB akan adakan pertemuan mengenai covid-19. Foto: AFP

PBB Adakan Sidang Covid-19, AS Sebut Ini Propaganda Tiongkok

Internasional pbb as-tiongkok covid-19
Fajar Nugraha • 03 Desember 2020 10:41
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan pertemuan dua hari Sidang Umum PBB membahas mengenai covid-19. Sidang dimulai pada Kamis 3 Desember ini justru disebut oleh Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk propaganda Tiongkok.
 
Sidang umum ini akan diikuti sekitar 53 kepala negara, 39 kepala pemerintahan dan 38 menteri. Mereka akan membuat pernyataan video yang direkam sebelumnya, termasuk Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.
 
Seorang pejabat senior AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan sesi khusus dari 193 anggota Majelis Umum seharusnya diadakan lebih awal. Dia juga menuduh bahwa pertemuan itu telah "direkayasa untuk melayani tujuan Tiongkok” dan mengeluhkan pertanyaan pada diskusi panel pada Jumat akan dibatasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tiongkok akan menggunakan pertemuan itu untuk keuntungannya,” kata pejabat AS itu, seperti dikutip AFP, Kamis 3 Desember 2020.
 
"Saya berharap mereka membuat permainan propaganda yang sangat, sangat efektif dari dua hari ini,” jelasnya.
 
Seorang Juru Bicara Perwakilan Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York mengatakan, "politisasi masalah itu bukan untuk kepentingan komunitas internasional."
 
"Jika suatu negara bersikeras, ia akan sekali lagi menemukan dirinya terisolasi dan berakhir dengan kegagalan. Tiongkok akan memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan negara-negara anggota lainnya dan memberikan kontribusi yang positif dan konstruktif,” tegasnya.
 
Presiden AS Donald Trump memotong dana ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal tahun ini dan mengumumkan rencana untuk mundur dari badan yang bermarkas di Jenewa itu, karena menilai WHO adalah boneka Tiongkok. Hal ini dibantah oleh WHO, sementara penarikan AS akan berlaku pada Juli tahun depan, tetapi Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan dia akan membatalkan langkah tersebut.
 
Pejabat pemerintahan Trump mengatakan, mereka memperkirakan Beijing akan mendorong narasi di PBB minggu ini bahwa virus korona itu ada di luar negeri sebelum ditemukan di kota Wuhan di Tiongkok tahun lalu. Ini adalah sebuah klaim yang oleh WHO disebut ‘sangat spekulatif.’
 
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif