Kapten Phillipa Hay memimpin Angkatan Laut Australia dalam latihan militer Pasifik. Foto: Defence.gov.au
Kapten Phillipa Hay memimpin Angkatan Laut Australia dalam latihan militer Pasifik. Foto: Defence.gov.au

Kapten Phillipa Hay, Pemimpin Perempuan Tangguh di Militer Australia

Internasional australia
Marcheilla Ariesta • 05 Oktober 2020 14:14
Jakarta: Perempuan kini memiliki peran penting di semua bidang. Tak jarang ada perempuan yang menjadi pemimpin, baik pemimpin negara, maupun kemiliteran.
 
Kapten Phillipa Hay dari Royal Australian Navy (Angkatan Laut Australia) menjadi salah satu orang yang membanggakan kaum perempuan. Ia menjadi perempuan Australia pertama yang ditunjuk memimpin satuan tugas dalam 49 tahun sejarah Latihan Rim of the Pacific (RIMPAC).
 
Sejak 17 hingga 31 Agustus lalu, ia memimpin lebih dari 2.500 pelaut dan perwira di 11 kapal perang dari Australia, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Filipina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kapten Hay mengatakan, ia sangat terhormat menjadi perwira militer wanita non-AS pertama yang ditunjuk untuk peran tersebut. Ia mengatakan dalam tugasnya kali ini untuk lebih fokus mewakili pria dan wanita di Angkatan Laut AS dan memimpin gugus tugasnya.
 
"Ini merupakan latihan gabungan di kawasan Asia Pasifik," tutur dia kepada Medcom.id, Rabu 30 September 2020.
 
Hay mengatakan dalam latihan kali ini, Australia menunjukkan mengenai zona perairan internasional yang bebas navigasi. Ia juga membawa kapal-kapal ini mengenal skenario perang di perairan, termasuk beberapa penembakan rudal hingga perang di laut.
 
"RIMPAC adalah uji kemampuan militer maritim Australia, mulai dari latihan perang hingga penembakan rudal," katanya.
 
"Ini memberikan pelatihan yang kompleks dan menantang dalam lingkungan multinasional, sempurna untuk memperkuat interoperabilitas dengan mitra dan sekutu regional kami," imbuh dia.
 
Kapten Hay menuturkan dirinya bangga menjadi bagian dari pasukan Australia dan dapat terus berlatih dan beroperasi di masa-masa sulit ini. "ni menunjukkan ketabahan dan ketahanan sejati kolektif kami."
 
Ia masuk ke militer waktu masih sangat muda. Ia mengatakan sejak usia 10 tahun, sering berlayar bersama keluarganya.
 
Pada 1993, ia bergabung dengan AL Australia dan terpilih untuk pertukaran dengan Angkatan Laut Amerika Serikat di USS John Young sebagai bagian dari Middle East Force (MEF).
 
Halaman Selanjutnya
  Selalu Menjadi Pelopor Hay…
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif