Kampanye politik Partai BJP India./AFP
Kampanye politik Partai BJP India./AFP

Politikus India Bagi-bagi Pamlfet Kampanye Sambil Sebar Air Liur

Internasional India Virus Korona politik india covid-19
Marcheilla Ariesta • 28 Januari 2022 20:19
Punjab: Menteri Dalam Negeri India dan politisi terkemuka Partai Bharatiya Janata (BJP) Amit Shah menghadapi kemarahan warganet. Kemarahan ini terkait dengan kampanye jelang pemungutan suara di lima negara bagian di sana. 
 
Sebuah video menunjukkan keduanya membagikan pamflet untuk mengumpulkan suara, namun mereka menjilati jarinya dengan air liur untuk memisahkan kertas tersebut. Kemudian mereka membagikannya kepada para pendukung.
 
Video itu diambil selama kampanye Shah di Greater Noida, bagian dari wilayah Gautam Buddha Nagar di negara bagian Uttar Pradesh. Tiga konstituen legislatif negara bagian di Greater Noida dijadwalkan untuk pergi ke tempat pemungutan suara pada fase pertama dari pemilihan tujuh putaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara keseluruhan, Uttar Pradesh, negara bagian India terpadat, akan memilih 403 perwakilan untuk legislatifnya selama pemilihan mendatang.
 
Sejak video tersebut menjadi viral, banyak pengguna media sosial mempertanyakan Komisi Pemilihan India (ECI) atas klip video Shah, dengan alasan bahwa mengoleskan air liur ke pamflet dapat menimbulkan risiko penyebaran virus.
 
Politisi oposisi Salman Soz telah mencela bahwa video tersebut sebenarnya tentang Shah "meludahi" Komisi Pemilihan India. "Jelas ada dugaan pelanggaran pedoman terkait covid-19 yang harus dipatuhi kandidat saat berkampanye untuk pemilihan di negara bagian," kata Soz, dilansir dari Sputnik, Jumat, 28 Januari 2022.
 
Baca juga: Kasus Covid-19 di India Menurun dalam Dua Hari Terakhir
 
Organisasi pemilihan federal sering menghadapi kritik dari partai oposisi Kongres dan organisasi lain karena tidak menegakkan pedoman terkait pemilihan dengan benar ketika menyangkut kampanye politik BJP.
 
Namun, ECI membantah klaim mereka mendukung BJP.
 
Mengingat pandemi covid-19 dan angkanya melonjak tinggi, ECI mendesak semua partai politik yang terlibat dalam proses pemilihan untuk memastikan bahwa pedoman terkait covid-19 diikuti untuk meminimalkan kerugian bagi publik.
 
Sesuai pedoman ECI yang berlaku saat ini, rapat pemilu yang diselenggarakan oleh partai politik tidak boleh lebih dari 500 orang. Pedoman terkait covid-19 juga mengamanatkan agar tidak ada lebih dari 10 orang saat partai politik mencari suara, mengetuk pintu konstituen.
 
Banyak negara bagian India telah memberlakukan jam malam dan akhir pekan serta membatasi jumlah orang yang boleh mengunjungi tempat hiburan, seperti teater dan restoran, untuk memeriksa penyebaran virus korona.
 
Pihak berwenang telah memerintahkan sekolah dan perguruan tinggi untuk tetap tutup juga, karena munculnya Omnicron telah menyebabkan lonjakan infeksi di negara Asia Selatan.
 
Pelanggaran terhadap pedoman keselamatan publik dapat mengakibatkan kandidat dilarang berkampanye untuk mendapatkan suara. Aturan berlaku hingga 31 Januari, setelah itu dijadwalkan untuk ditinjau.
 
Pada 10 Februari mendatang, lima negara bagian India, Goa, Punjab, Manipur, Uttarakhand, dan Uttar Pradesh akan melakukan pemilihan umum. Pemungutan usara akan dilakukan dalam beberapa tahap dan berlangsung hingga 7 Maret.
 
Hasilnya akan diumumkan pada 10 Maret. Saat ini, Partai BJP yang berkuasa di India, memegang suara terbanyak, kecuali di Punjab.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif