Perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara masih dijaga ketat. Foto: AFP
Perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara masih dijaga ketat. Foto: AFP

AS-Korsel Perbarui Rencana Perang dan Desak Diplomasi dengan Korut

Internasional Amerika Serikat korea utara korea selatan
Medcom • 03 Desember 2021 05:04
Seoul: Para pemimpin militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) mengatakan, mereka akan memperbarui rencana perang darurat dan meninjau komando militer gabungan mereka, sambil mendesak Korea Utara (Korut) untuk kembali ke diplomasi. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 1 Desember 2021.
 
Dilansir dari Metro, Kamis, 2 Desember 2021, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin menjelaskan, perkembangan rudal dan senjata Korut semakin mengganggu stabilitas keamanan regional. Hal tersebut disampaikan setelah pembicaraan dengan mitranya dari Korsel, Suh Wook.
 
Austin dan Jenderal Angkatan Darat sekaligus Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Mark Milley berada di Seoul untuk pembicaraan militer tahunan pertama dengan pejabat Korsel sejak Presiden AS, Joe Biden menjabat pada Januari lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembicaraan itu juga menjadi yang terakhir, sebelum Presiden Korsel, Moon Jae-in meninggalkan kantor pada Mei. Korut diketahui kian menolak permohonan AS untuk diplomasi, sejak Biden mengambil alih dari mantan Presiden AS, Donald Trump.
 
Sebelumnya, Trump disebut telah mengadakan tiga pertemuan puncak dengan Presiden Korut, Kim Jong-un. Austin menerangkan, AS meminta Korut untuk terlibat dalam dialog, seraya menambahkan, diplomasi adalah pendekatan terbaik untuk dilakukan dengan Korut dan didukung oleh pencegah yang kredibel.
 
Wook mengatakan, lingkungan keamanan yang berubah mendorong AS dan Korsel menyetujui pembaharuan terkait perencanaan operasional lama untuk potensi konflik dengan Korut. Selain itu, meninjau komando militer gabungan mereka.
 
AS diketahui telah menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korsel sebagai warisan Perang Korea 1950 hingga 1953. Perang yang berakhir dengan gencatan senjata, namun bukan perjanjian damai.
 
Saat ini, AS akan memerintahkan pasukan tersebut, jika terjadi perang. Tetapi, Korsel disebut telah berusaha untuk mendapatkan “kontrol operasional” (OPCON).
 
Wook pun menjelaskan, kedua pihak membuat kemajuan dalam memenuhi syarat untuk transfer OPCON ke Korsel. Ia menambahkan, AS pun telah berjanji untuk mempertahankan tingkat pasukan AS saat ini di Korsel. 
 
Minggu ini, Pentagon diketahui merilis tinjauan postur global yang menyerukan kerja sama tambahan dengan sekutu dan mitra guna mencegah “potensi agresi militer Tiongkok dan ancaman dari Korut.” 
 
Hal itu termasuk keputusan yang diumumkan sebelumnya, untuk secara permanen menempatkan skuadron helikopter serang dan markas divisi artileri di Korsel. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif