Menteri Lingkungan Hidup Taiwan Chang Tzi-chin. (TETO)
Menteri Lingkungan Hidup Taiwan Chang Tzi-chin. (TETO)

Taiwan Serukan Kerja Sama Global Demi Masa Depan Nol-Bersih

Internasional Lingkungan Hidup perubahan iklim taiwan Tsai Ing-wen TETO
Willy Haryono • 19 Oktober 2021 20:33
Taipei: Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer terus mencapai rekor tertinggi. Kontribusi Kelompok Kerja I untuk Laporan Penilaian Keenam yang diterbitkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada Agustus 2021 dengan tegas menyatakan bahwa aktivitas manusia telah meningkatkan pemanasan atmosfer, lautan, dan daratan. Atmosfer, lautan, kriosfer, dan biosfer semuanya telah mengalami perubahan yang luas dan cepat.
 
Cuaca di tahun 2021 juga tidak stabil, seperti yang terlihat dari badai musim dingin di negara bagian Texas, Amerika Serikat, yang merusak sistem energi dan rekor suhu hampir 50 derajat Celcius di pantai barat Amerika Utara, hujan lebat di Eropa Barat dan Tiongkok.
 
Selain itu, Taiwan mengalami kekeringan terburuk dalam lebih dari 50 tahun, yang diikuti curah hujan yang sangat tinggi. "Kita dapat melihat dengan jelas bagaimana perubahan iklim telah mempengaruhi seluruh dunia," kata Menteri Lingkungan Hidup Taiwan Chang Tzi-chin, dalam keterangan tertulis TETO yang diterima Medcom.id, Selasa, 19 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan peristiwa cuaca ekstrem yang menantang seluruh dunia saat ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan kepada semua negara untuk menerapkan Perjanjian Paris dan mengambil langkah yang lebih proaktif. Sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan berusaha keras untuk berintegrasi dengan upaya global untuk mengurangi perubahan iklim.
 
Pada Hari Bumi tahun ini (22 April), Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan bahwa, "mewujudkan emisi nol-bersih pada 2050 adalah tujuan dunia, termasuk Taiwan!"  Presiden Tsai juga mengungkapkan target emisi gas rumah kaca yang jelas untuk Taiwan.

Target Emisi Nol-Bersih 2050

Pada pertemuan ke-33 Dewan Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan, Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengumumkan dimasukkannya "target emisi nol-bersih 2050" ke dalam amandemen untuk Undang-Undang Pengurangan dan Pengelolaan Gas Rumah Kaca, yang menunjukkan tekad Taiwan untuk secara aktif mengurangi emisi karbon.
 
Mekanisme pengelolaan dan sistem insentif yang lebih banyak dan lebih kuat akan diperkenalkan dengan amandemen penting lainnya untuk meningkatkan efisiensi tata kelola, memperkenalkan mekanisme penetapan harga karbon, dan mengadaptasi strategi untuk perubahan iklim.
 
"Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mendorong investasi swasta dalam penelitian dan pengembangan, serta partisipasi publik dalam pembangunan berkelanjutan Taiwan," ujar Chang Tzi-chin.
 
Taiwan telah menetapkan target pengurangan jangka panjang dan merencanakan jalur praktis untuk mencapai emisi nol-bersih 2050. Eksekutif Yuan telah mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait, membentuk kelompok kerja di jalan menuju emisi nol-bersih, dan mencari konsultasi profesional dari Academia Sinica dan Institut Penelitian Teknologi Industri.
 
Empat kelompok kerja telah dibentuk untuk fokus pada bidang "energi dekarbonisasi," "industri dan efisiensi energi," "transportasi hijau dan elektrifikasi kendaraan," dan "teknologi karbon-negatif" untuk melakukan penilaian teknis antar kementerian.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif