Kim Jong-un inginkan tindakan lebih hadapi pandemi covid-19. Foto: AFP
Kim Jong-un inginkan tindakan lebih hadapi pandemi covid-19. Foto: AFP

Kim Jong-un Inginkan Tindakan Tegas Atasi Pandemi Covid-19

Internasional Virus Korona kim jong-un korea utara covid-19
Fajar Nugraha • 16 November 2020 14:35
Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyerukan tindakan pencegahan covid-19 yang lebih kuat pada pertemuan politbiro Partai Buruh yang berkuasa. Inimenandai penampilan publik pertamanya dalam 25 hari.
 
“Pertemuan itu, yang diadakan Minggu, membahas secara mendalam masalah pengetatan lebih lanjut sistem darurat anti-epidemi negara dalam menghadapi krisis kesehatan dunia yang terus memburuk," lapor Kantor Berita Korea, KCNA, yang dikutip AFP, Senin 16 November 2020.
 
“Kim menekankan perlunya tetap waspada, membangun tembok pembatas yang ketat dan lebih mengintensifkan pekerjaan anti-epidemi," kata KCNA, mengutip Kim Jong-un.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 5 November, Korea Utara telah melakukan lebih dari 12.000 tes tetapi belum memiliki kasus covid-19 yang dikonfirmasi, Hal tersebut diutarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Secara keseluruhan, negara telah melaporkan 6.173 kasus yang dicurigai, delapan di antaranya adalah orang asing, dengan 174 orang ditahan di karantina selama minggu terakhir Oktober.
 
Pakar luar mempertanyakan apakah Korea Utara benar-benar berhasil menghindari pandemi mematikan. Tetapi negara totaliter itu mengambil langkah dramatis sejak awal dengan menutup sepenuhnya perbatasannya pada Januari.
 
Sementara Jenderal Robert Abrams, komandan Pasukan AS di Korea mengatakan, negara itu juga telah memberikan pasukannya ‘perintah tembak-untuk-bunuh’ di perbatasan untuk mencegah virus korona memasuki wilayahnya.
 
Pada September, tentara Korea Utara menembak dan membunuh seorang pejabat perikanan Korea Selatan yang hanyut melintasi batas laut. Pejabat militer Seoul pada awalnya melaporkan bahwa tentara membakar tubuhnya, sebuah tuduhan yang dibantah Pyongyang dan yang belum terbukti secara meyakinkan.
 
“Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan pekan lalu bahwa Korea Utara juga telah meletakkan ranjau darat di perbatasannya dengan Tiongkok untuk membantu menangkis virus corona, karena khawatir wabah akan membanjiri infrastruktur medisnya yang terbatas,” menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.
 
Penampilan publik Minggu oleh Kim adalah yang pertama sejak 22 Oktober, ketika KCNA melaporkan bahwa dia mengunjungi pemakaman untuk memberi penghormatan kepada tentara Tiongkok yang berpartisipasi dalam Perang Korea 1950-1953. Pada 10 Oktober, pemimpin Korea Utara memimpin parade militer besar-besaran, di mana rudal balistik antarbenua baru diluncurkan.
 
Kim menghilang dari pandangan pada April selama sekitar tiga minggu, memicu spekulasi luas tentang kesehatannya, dengan beberapa rumor mengklaim bahwa kematiannya sudah dekat.
 
Pemimpin Korea Utara itu tetap bungkam tentang hasil pemilihan umum AS 3 November, di mana Presiden terpilih Joe Biden mengalahkan Presiden Donald Trump.
 
Trump dan Kim bertemu tiga kali selama periode détente baru dengan Korea Utara, dengan kedua pemimpin itu sering bertukar surat pribadi dan secara terbuka saling memuji. Negosiasi nuklir antara Pyongyang dan Washington telah lama terhenti, namun, setelah KTT Trump-Kim yang diadakan tahun lalu di Hanoi, Vietnam, gagal menghasilkan kesepakatan.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif