Petugas dari posko aju KBRI Seoul membagikan alat kesehatan kepada WNI. Foto: Dok.KBRI Seoul
Petugas dari posko aju KBRI Seoul membagikan alat kesehatan kepada WNI. Foto: Dok.KBRI Seoul

Misi Selesai, Posko KBRI Seoul di Kota Daegu Ditutup

Internasional Virus Korona wni Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 26 Maret 2020 18:13
Daegu: Misi posko aju (pendahulu) KBRI Seoul di Kota Daegu sudah selesai. Dengan demikian, per Kamis 26 Maret 2020, posko aju KBRI Seoul resmi ditutup setelah 28 hari beroperasi.
 
"Posko aju ibaratnya seperti mata dan telinga saya di lapangan. Dengan laporan-laporan langsung dari posko aju, saya bisa cepat mengambil keputusan dan melakukan langkah terbaik untuk perlindungan WNI di kota Daegu secara maksimal," kata Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.
 
"Misi utama posko aju sudah tercapai dan situasi di kota Daegu sudah mulai pulih," imbuhnya, dikutip dari pernyataan tertulis KBRI Seoul, Kamis 26 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Posko aju di Daegu didirikan pada 27 Februari 2020. Posko ini berfungsi memberikan perhatian khusus dan perlindungan kepada lebih dari 1.400 WNI di Kota Daegu dan sekitarnya.
 
Pembangunan posko ini dilakukan untuk menyikapi situasi darurat ketika Daegu menjadi pusat ledakan penyebaran wabah covid-19 di Korea Selatan. Pasalnya, 70 persen dari kasus positif covid-19 di Negeri Ginseng berada di kota tersebut.
 
Posko ini berada di zona aman, yakni sekitar 50 kilometer dari pusat kota Daegu. Ini memudahkan KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat, memetakan WNI dan koordinasi dengan simpul-simpul WNI di Daegu dan sekitarnya.
 
Bahkan, lewat posko aju ini, ribuan masker gratis dibagikan kepada WNI di kota Daegu dan sekitarnya. Sejak 13 Maret 2020, jumlah penambahan kasus baru sudah sangat melambat. Kelangkaan masker juga mulai teratasi dengan berbagai kebijakan baru pemerintah Korea Selatan yang mengatur produksi dan distribusi masker.
 
Begitu pula dengan kehidupan masyarakat kota tersebut yang berangsur-angsur berjalan normal kembali. Kondisi WNI sendiri secara umum dalam keadaan aman.
 
Para mahasiswa Indonesia menjalani perkuliahan secara online. Sementara pekerja migran Indonesia umumnya tetap bekerja, namun mendapat perhatian cukup dari perusahaan atau pabrik masing-masing.
 
Hingga saat ini, kurva pertumbuhan infeksi sudah semakin melambat. Meski demikian, tingkat kewaspadaan tetap pada level tertinggi, terutama dengan gelombang kedua, yakni masuknya kasus-kasus impor dari luar negeri.
 
Karenanya, Pemerintah Korsel masih menerapkan 'social distancing' bagi warganya. Langkah ini guna mencegah semakin bertambahnya jumlah pasien terinfeksi korona.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif