Parti Liyani bertarung di Pengadilan Singapura untuk lawan jaksa yang mendakwanya. Foto: The Straits Times
Parti Liyani bertarung di Pengadilan Singapura untuk lawan jaksa yang mendakwanya. Foto: The Straits Times

Dibebaskan dari Dakwaan Pencurian, WNI Tuntut Balik Jaksa Singapura

Internasional wni singapura
Fajar Nugraha • 24 September 2020 13:18
Singapura: Mantan asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia dibebaskan dari tuduhan pencurian di Singapura. Kini dia mencoba mengajukan tuntutan terhadap jaksa Singapura yang mendakwanya bersalah.
 
Parti Liyani, mengajukan tuntutan tersebut terhadap Jaksa Tan Wee Hao dan Tan Yanying pada Juni lalu. Kedua jaksa itu menuntutnya bersalah melakukan pencurian di rumah majikannya, Liew Mun Leong yang merupakan Direktur Bandara Changi.
 
Warga negara Indonesia (WNI) berusia 46 tahun itu dibebaskan setelah banding di Pengadilan Tinggi Singapura pada awal bulan ini. “Pra-sidang Pengadilan Tinggi diadakan kemarin,” kata pengacaranya Anil Balchandani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengajuan tuntutan dari Parti dilakukan secara ex parte, yang berarti hanya pemohon yang dapat didengar, kecuali pengadilan mengatakan sebaliknya.
 
Kantor Jaksa Agung (AGC) bulan lalu mengajukan perintah agar dua jaksanya mengambil dari cuti persidangan. Mereka diwakili oleh pengacara pemerintah yang membelanya.
 
Parti bekerja untuk keluarga Liew dari 2007 hingga 2016, telah dihukum oleh pengadilan yang lebih rendah karena dituduh mencuri barang-barang mereka senilai lebih dari USD34.000 atau sekitar Rp507 juta.
 
Hakim Chan Seng Onn yang membebaskan Parti, telah mempertanyakan beberapa tuduhan tentang bagaimana kasus tersebut ditangani. Hakim Chan mencatat bahwa keluarga Liew bisa saja termotivasi untuk menghentikan pekerjaan Parti secara tiba-tiba dan mengajukan laporan polisi untuk mencegahnya melaporkan penempatan ilegalnya untuk bekerja di rumah dan kantor putra Liew.
 
Hakim juga menemukan ada putusnya rantai pengawasan barang bukti. Hal ini menimbulkan keraguan yang masuk akal, apakah beberapa barang yang diduga dicuri yang ditemukan oleh keluarga tersebut didokumentasikan secara akurat oleh foto-foto yang diambil oleh polisi sekitar lima minggu kemudian.
 
Hakim Chan juga menemukan bahwa dua pernyataan diambil dari Parti tanpa penerjemah. Selama pengajuan banding, sebuah demonstrasi telah menunjukkan bahwa pemutar DVD yang diduga dicuri oleh Parti, yang disaksikan oleh anggota keluarga Liew tidak rusak. Ini menampilkan pesan kesalahan ‘tidak dapat menginisialisasi disk’ ketika DVD dimasukkan ke dalamnya.
 
“Pada persidangan pengadilan yang lebih rendah, diperlihatkan bahwa perangkat tersebut dapat memutar video yang disimpan secara digital di dalam hard disk,” laporan Hakim Chan, seperti dikutip dari The Straits Times, Kamis 24 September 2020.
 
“Terkait putusan Pengadilan Tinggi tersebut, Kejaksaan Agung sempat menyatakan sedang mengkaji penanganan kasus tersebut,” imbuh laporan The Straits Times.
 
Secara terpisah, Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan, sedang berkonsultasi dengan Kantor Kejaksaan Agung Singapura tentang apakah tindakan lebih lanjut harus diambil dalam kasus ini. Kepolisian Singapura juga mengatakan sedang menyelidiki bagaimana penyelidikannya dilakukan.
 
Pada tahap ini, hanya izin untuk pemeriksaan yang akan dilakukan berdasarkan panggilan asli yang diajukan oleh Parti. Penyelidikan tersebut dilakukan sebelum proses pengadilan disiplin tentang apakah ada alasan untuk mengadakannya.
 
Jika Parti berhasil dalam tuntutannya, pengadilan disiplin kemudian dapat ditunjuk untuk menyidangkan kasus tersebut dan menyerahkan temuannya kepada Hakim Mahkamah Agung.
 
Hakim Mahkamah Agung dapat membatalkan kasus tersebut jika pengadilan disiplin tidak menemukan penyebab yang cukup berat untuk tindakan disipliner, atau memberikan perintah untuk menjatuhkan hukuman seperti mencela, membayar denda hingga USD20.000 atau sekitar Rp290 juta, atau hukuman lain yang dianggap pantas.
 
Parti telah mengajukan panggilan berdasarkan Bagian 82A dari Undang-Undang Profesi Hukum, yang mengatur tentang pelanggaran oleh petugas layanan hukum dan hukuman jika mereka terbukti bersalah.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif