Pekerja medis di Wuhan, Tiongkok saling menyemangati saat merawat pasien virus korona. Foto: AFP
Pekerja medis di Wuhan, Tiongkok saling menyemangati saat merawat pasien virus korona. Foto: AFP

Ilmuwan Tiongkok Temukan Antibodi yang Mampu Blokir Covid-19

Internasional Virus Korona tiongkok Coronavirus virus corona vaksin
Fajar Nugraha • 01 April 2020 16:24
Beijing: Sebuah tim ilmuwan Tiongkok telah mengisolasi beberapa antibodi yang dikatakan ‘sangat efektif’ dalam memblokir kemampuan virus korona untuk memasuki sel. Antibiodi ini pada akhirnya dapat membantu dalam mengobati atau mencegah virus korona covid-19.
 
Saat ini tidak ada pengobatan yang terbukti efektif untuk penyakit ini.
 
Zhang Linqi di Universitas Tsinghua di Beijing mengatakan, obat yang dibuat dengan antibodi seperti yang ditemukan timnya dapat digunakan lebih efektif daripada pendekatan saat ini. Termasuk apa yang disebutnya pengobatan ‘garis batas’ seperti plasma. Plasma mengandung antibodi tetapi dibatasi oleh golongan darah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada awal Januari, tim Zhang dan sebuah kelompok di Rumah Sakit Umum ketiga di Shenzhen mulai menganalisis antibodi dari darah yang diambil dari pasien covid-19 yang pulih. Mereka mengisolasi 206 antibodi monoklonal yang menunjukkan memiliki kemampuan ‘kuat’ untuk mengikat virus dengan protein.
 
“Kami kemudian melakukan tes lain untuk melihat apakah mereka benar-benar dapat mencegah virus memasuki sel,” kata Zhang, seperti dikutip The Straits Times, Rabu, 1 April 2020.
 
“Di antara 20 atau lebih antibodi pertama yang diuji, empat mampu menghalangi masuknya virus. Dua diantaranya, sangat bagus dalam melakukannya,” imbuh Zhang.
 
Tim ini sekarang fokus pada identifikasi antibodi paling kuat dan mungkin menggabungkannya untuk mengurangi risiko mutasi virus corona baru. Jika semuanya berjalan dengan baik, pengembang yang tertarik dapat memproduksinya secara massal untuk pengujian, pertama pada hewan dan akhirnya pada manusia.
 
Kelompok ilmuwan ini telah bermitra dengan perusahaan bioteknologi China-AS, Brii Biosciences.”Kami terus berupaya untuk memajukan banyak kandidat untuk intervensi profilaksis dan terapeutik melawan virus ini,” menurut pernyataan oleh Brii.
 
"Pentingnya antibodi telah terbukti di dunia kedokteran selama beberapa dekade sekarang. Mereka dapat digunakan untuk mengobati kanker, penyakit autoimun dan penyakit menular,” tegas Zhang.
 
Antibodi tersebut bukan vaksin tetapi berpotensi dapat diberikan kepada orang yang berisiko dengan tujuan mencegah mereka tertular covid-19.
 
Zhang menambahkan, biasanya dibutuhkan sekitar dua tahun untuk obat bahkan untuk mendapatkan persetujuan untuk digunakan pada pasien, tetapi pandemi covid-19 berarti segalanya bergerak lebih cepat. Dengan langkah-langkah yang sebelumnya akan diambil secara berurutan sekarang sedang dilakukan secara paralel.
 
Itu sebabnya Zhang berharap antibodi dapat diuji pada manusia dalam enam bulan. Jika mereka terbukti efektif dalam uji coba, penggunaan sebenarnya untuk pengobatan akan memakan waktu lebih lama.
 
Pakar lain mendesak agar berhati-hati. "Ada sejumlah langkah yang sekarang harus diikuti sebelum dapat digunakan sebagai pengobatan untuk pasien coronavirus," kata spesialis penyakit menular Universitas Hong Kong, Ben Cowling.
 
"Tetapi sangat menarik untuk menemukan perawatan potensial ini, dan kemudian memiliki kesempatan untuk mengujinya. Karena jika kita dapat menemukan lebih banyak kandidat, maka pada akhirnya kita akan mendapatkan perawatan yang lebih baik," pungkas Cowling.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif