ABK Diamomd Princess melambaikan tangan dari kapal LCU saat menuju KRI Semarang-594 di perairan Pulau Sebaru kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020. ANTARA/Fauzi Lamboka.
ABK Diamomd Princess melambaikan tangan dari kapal LCU saat menuju KRI Semarang-594 di perairan Pulau Sebaru kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020. ANTARA/Fauzi Lamboka.

Pulang ke Indonesia, 963 ABK WNI Bebas Korona

Internasional Virus Korona
Marcheilla Ariesta • 01 April 2020 17:52
Jakarta: Sebanyak 963 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) telah dipulangkan ke Indonesia. Mereka kembali karena banyak kapal tidak beroperasi akibat wabah covid-19.
 
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan penyebaran virus telah mempengaruhi operasional kapal pesiar. Sehingga, pihak operator kapal menghentikan operasinya.
 
“Korona covid-19 mempengaruhi operasional kapal pesiar. Jadi, pihak operator menghentikan operasinya dan memulangkan para ABK termasuk dari Indonesia," ujar Judha dalam konferensi pers virtual, Rabu 1 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tercatat ada 12.748 ABK dari 89 perusahaan kapal pesiar yang terdampak imbas dari penyebaran virus korona. Namun, mereka tidak semua akan dipulangkan," imbuh dia.
 
Judha mengatakan, ada ABK WNI yang memilih untuk tetap bekerja. Dia menambahkan jika meski kapal tidak beroperasi, ada sejumlah pekerja yang tetap melakukan tugas mereka dalam hal operasional.
 
Para ABK yang saat ini sudah kembali ke Tanah Air, kepulangannya menggunakan pesawat komersil dan pesawat charter atau sewaan.
 
Judha juga memastikan jika ABK WNI yang pulang dalam keadaan sehat. Dia mengungkapkan ABK WNI yang terjangkit covid-19 tidak dapat kembali karena harus menjalani perawatan dan karantina, sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Pemulangan ABK tersebut juga termasuk dalam prioritas WNI yang dipulangkan oleh pemerintah. Dalam jumpa pers kemarin, Menteri Luar Negeri Retno mengatakan perwakilan RI sudah memastikan hak-hak mereka dipenuhi perusahaan tempat bekerja.
 
Judha mengungkapkan bahwa Kemenlu telah berkoordinasi dengan perusahaan yang menaungi ABK dan beberapa agency yang memberangkatkan mereka ke luar negeri.
 
"Kami juga memastikan hak-hak ABK agar dipenuhi. Tidak ada pemutusan hubungan kerja. Bahkan ada perusahaan yang memiliki kebijakan untuk tetap memberikan mereka gaji," jelasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif