Perempuan di Afghanistan nasibnya makin tidak menentu. Foto: AFP
Perempuan di Afghanistan nasibnya makin tidak menentu. Foto: AFP

Taliban Larang Staf Wanita Masuk ke Kantor Kementerian Perempuan

Internasional Taliban afghanistan Pemerintahan Baru Taliban Perempuan Afghanistan
Fajar Nugraha • 17 September 2021 18:02
Kabul: Taliban telah melarang pegawai wanita memasuki Kementerian Urusan Perempuan di Kabul, Afghanistan. Mereka hanya mengizinkan laki-laki masuk ke dalam gedung.
 
"Empat wanita tidak diizinkan memasuki gedung,” sebut seorang karyawan kantor itu, seperti dikutip Sputnik, Jumat 17 September 2021.
 
Para wanita itu berniat memprotes langkah di dekat kementerian itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika Taliban menguasai Afghanistan sekali lagi setelah 20 tahun, para ahli percaya bahwa wanita Afghanistan kemungkinan besar akan menghadapi masa depan yang tidak pasti di bawah rezim kelompok teroris. Peristiwa kali ini, menjadi bukti kekhawatiran itu.
 
Generasi sebelumnya mengingat rezim Islam ultrakonservatif yang melakukan rajam, amputasi dan eksekusi publik secara teratur selama pemerintahan Taliban. Rezim itu pun dibasmi ketika invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang mengikuti serangan teror 9/11.
 
Di bawah Taliban, yang memerintah sesuai dengan interpretasi hukum Islam yang keras, sebagian besar wanita dikurung di rumah mereka. Mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk sekolah, memiliki karier dan hanya diperboleh mengurusi rumah tangga.
 
AS telah menyelesaikan penarikan pasukannya dari Afghanistan, mengakhiri salah satu perang terpanjangnya. Perebutan Taliban atas negara yang dilanda perang itu terjadi setelah pasukan internasional menarik diri dari Afghanistan, dengan Amerika Serikat secara resmi memulai keberangkatannya kembali pada Mei.
 
Bulan lalu, dalam keterangan pers pertamanya setelah mengambil alih Kabul, Taliban telah meyakinkan publik bahwa kelompok itu berkomitmen untuk memberikan hak-hak mereka dalam Islam bagi perempuan.
 
"Taliban berkomitmen untuk memberikan hak-hak perempuan berdasarkan Islam. Perempuan dapat bekerja di sektor kesehatan dan sektor lain di mana mereka dibutuhkan. Tidak akan ada diskriminasi terhadap perempuan," ucap juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.
 
Setelah berkuasa bulan lalu, kelompok itu mundur dari janjinya untuk menghormati hak-hak perempuan di Afghanistan dan mengumumkan larangan pendidikan bersama.
 
Taliban awal bulan ini bahkan sudah mengumumkan pemerintahan baru. Tetapi tidak ada satu perempuan pun yang mengisi kabinet yang dipimpin oleh Mullah Hasan Akhund.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif