PM Jepang Yoshihide Suga saat berada di Tokyo pada 19 April 2021. (Rodrigo Reyes Marin / POOL / AFP)
PM Jepang Yoshihide Suga saat berada di Tokyo pada 19 April 2021. (Rodrigo Reyes Marin / POOL / AFP)

Kasus Covid-19 Melonjak, PM Jepang Batalkan Kunjungan ke India

Internasional Virus Korona jepang covid-19 pandemi covid-19 Yoshihide Suga
Willy Haryono • 21 April 2021 16:04
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga membatalkan kunjungannya ke India dan Filipina di tengah lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri dan juga di dua negara tujuannya tersebut. Menurut laporan berita Kyodo News pada Rabu, 21 April 2021, PM Suga awalnya dijadwalkan mengunjungi India dan Filipina mulai dari akhir April hingga awal Mei mendatang.
 
PM Suga membatalkan kunjungan agar bisa lebih fokus menangani krisis di dalam negeri. Ia berencana memberlakukan status darurat terbaru di setidaknya tiga wilayah demi meredam penyebaran Covid-19.
 
Ketiga wilayah itu diperkirakan adalah Tokyo, Osaka, dan Hyogo. Lonjakan infeksi telah membuat banyak rumah sakit di tiga kota tersebut kewalahan menangani gelombang pasien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengumuman status darurat akan disampaikan hari ini. Status darurat tersebut akan menjadi yang ketiga diumumkan pemerintah Jepang sejak April tahun lalu.
 
"Mempertimbangkan permintaan dari prefektur Osaka, kami akan segera mencapai kesimpulan usai memeriksa seluruh situasi secara seksama," ujar PM Suga kepada parlemen.
 
Otoritas Osaka diminta mengerahkan lebih banyak sumber daya untuk menutup sejumlah fasilitas hiburan dan komersial di seantero wilayah.
 
Lonjakan Covid-19 di Jepang salah satunya diakibatkan kemunculan varian baru. Penyebaran varian itu tercatat banyak terjadi di Osaka dan Hyogo. Varian yang sama juga dilaporkan mulai bermunculan di Jepang.
 
Sejauh ini Jepang mencatat total 537.317 infeksi Covid-19 dengan angka kematian mencpai 9.671.
 
Sementara itu, India tengah kewalahan menghadapi gelombang kedua Covid-19. Angka kematian Covid-19 di negara berpenduduk 1,3 miliar itu bahkan mencapai lebih dari 2.000 dalam kurun waktu 24 jam.
 
Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa negaranya saat ini tengah "menghadapi kembali sebuah pertempuran besar."
 
Baca:  India Catat 2.000 Lebih Kematian Covid-19 dalam 24 Jam
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif