Tenaga kesehatan beraktivitas di salah satu pusat vaksinasi Covid-19 di Seoul, Korsel, 1 April 2021. (Chung Sung-Jun / POOL / AFP)
Tenaga kesehatan beraktivitas di salah satu pusat vaksinasi Covid-19 di Seoul, Korsel, 1 April 2021. (Chung Sung-Jun / POOL / AFP)

Korsel Deteksi Dua Kasus Perdana Covid-19 Varian Delta Plus

Internasional Virus Korona korea selatan covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia Varian Delta
Marcheilla Ariesta • 03 Agustus 2021 15:16
Seoul: Korea Selatan mendeteksi dua kasus perdana Covid-19 varian Delta Plus. Varian ini ditemukan di tengah gelombang keempat Covid-19 yang melanda Negeri Ginseng.
 
Varian Delta Plus merupakan sub-varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India. Varian ini memperoleh mutasi lonjakan protein yang disebut K417N, yang juga ditemukan dalam varian Beta dari Afrika Selatan.
 
Laporan kasus Delta Plus sejauh ini masih sedikit. Beberapa negara, seperti Inggris, Portugal, India, dan Indonesia telah melaporkan beberapa kasus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasus pertama diidentifikasi pada seorang pria berusia 40 tahun yang tidak memiliki catatan perjalanan baru-baru ini," kata Badan Penanggulangan dan Kontrol Penyakit Menular (KDCA), kepada Reuters, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 3 Agustus 2021.
 
KDCA mengatakan, salah satu anggota keluarga pria tersebut juga positif covid-19. Namun, mereka tidak memastikan pasien tersebut ikut terinfeksi Delta Plus.
 
"Kasus kedua ditemukan pada pelancong luar negeri," imbuh mereka.
 
Otoritas kesehatan Korsel mengatakan, beberapa vaksin bekerja melawan varian Delta yang sangat menular. Namun, ada kekhawatiran tersendiri jika varian terbaru dapat menghindari beberapa vaksin.
 
Para ilmuwan pun mengatakan varian Delta Plus mungkin lebih menular. Studi yang berlangsung di India dan negara lain terhadap varian baru ini masih berlangsung.
 
Otoritas kesehatan Korsel melaporkan 1.202 kasus Covid-19 pada Senin kemarin. Total infeksi Covid-19 di Korsel mencapai 202.203 dengan 2.104 kematian.
 
Sejauh ini Korsel telah memberi setidaknya satu juta dosis kepada 20 juta orang, atau 39 persen dari populasi. Sementara 14,1 persen lainnya sudah mendapatkan vaksinasi penuh dua dosis.
 
Korsel menargetkan setidaknya 36 juta populasinya sudah divaksinasi pada September mendatang.
 
Baca:  Varian Delta Meluas, Pembatasan di Seoul Diperketat Hingga Level Tinggi

Vaksin Slank untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif