Korea Utara (Korut) konfirmasi luncurkan rudal yang dikembangkan untuk kapal selam. Foto: AFP
Korea Utara (Korut) konfirmasi luncurkan rudal yang dikembangkan untuk kapal selam. Foto: AFP

Korut Konfirmasi Uji Coba Rudal Dirancang Peluncuran dari Kapal Selam

Internasional korea utara korea selatan Rudal Balistik Korea Utara
Fajar Nugraha • 20 Oktober 2021 07:08
Pyongyong: Korea Utara (Korut) mengatakan telah menguji rudal yang baru dikembangkan yang dirancang untuk diluncurkan dari kapal selam. Ini adalah  uji coba senjata pertama dalam dua tahun yang dikatakan akan meningkatkan kemampuan operasional bawah laut militernya.
 
Uji coba itu merupakan peluncuran rudal kelima sejak September dan dilakukan saat Korea Utara meningkatkan tekanan pada Washington dan Seoul untuk meninggalkan apa yang dianggap Pyongyang sebagai kebijakan bermusuhan seperti latihan militer gabungan AS-Korea Selatan (Korsel) dan sanksi internasional terhadap Korea Utara.
 
Baca: Korsel Buka Pameran Senjata, Korut Luncurkan Rudal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengatakan, “uji coba terbaru akan sangat berkontribusi untuk menempatkan teknologi pertahanan negara pada tingkat tinggi dan untuk meningkatkan kemampuan operasional bawah laut angkatan laut kita."
 
“Rudal baru telah memperkenalkan teknologi panduan kendali canggih termasuk mobilitas sayap dan mobilitas lompat luncur,” sebut laporan KCNA, seperti dikutip AFP, Rabu 20 Oktober 2021.
 
Tetangga Korut mengatakan Selasa bahwa mereka mendeteksi penembakan rudal Korut dan mengatakan senjata itu mendarat di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang.
 
Militer Korea Selatan menggambarkan rudal itu sebagai rudal balistik kapal selam jarak pendek dan mengatakan peluncuran itu dilakukan dari perairan dekat pelabuhan timur Sinpo, di mana Korea Utara memiliki galangan kapal utama yang membangun kapal selam.
 
KCNA mengatakan peluncuran Selasa dilakukan dari "kapal selam Yongung 8.24”. Ini adalah sebuah kapal selam yang menurut Korea Utara digunakan untuk melakukan uji coba rudal balistik strategis pertama yang diluncurkan dari kapal selam pada 2016. Ini menunjukkan bahwa uji coba Selasa juga merupakan peluncuran rudal yang diluncurkan di bawah air.
 
Peluncuran Selasa adalah uji coba senjata paling terkenal oleh Korea Utara sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada Januari. Pemerintahan Biden telah berulang kali mengatakan terbuka untuk melanjutkan diplomasi nuklir dengan Korea Utara “di mana saja dan kapan saja” tanpa prasyarat. Korea Utara sejauh ini menolak tawaran semacam itu, dengan mengatakan permusuhan AS tetap tidak berubah.
 
Korea Utara telah berusaha keras selama bertahun-tahun untuk memperoleh kemampuan menembakkan rudal bersenjata nuklir dari kapal selam, bagian penting berikutnya dalam gudang senjata yang mencakup berbagai senjata termasuk yang memiliki jangkauan potensial untuk mencapai tanah Amerika.
 
Memperoleh rudal yang diluncurkan dari kapal selam akan menjadi perkembangan yang mengkhawatirkan karena itu akan mempersulit saingan Korea Utara untuk mendeteksi peluncuran dan memberi negara itu kemampuan serangan balasan. Namun, para ahli mengatakan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun, sejumlah besar sumber daya dan peningkatan teknologi besar bagi negara yang terkena sanksi berat untuk membangun setidaknya beberapa kapal selam yang dapat melakukan perjalanan dengan tenang di laut dan dengan andal melakukan serangan.
 
Korea Utara terakhir menguji rudal balistik yang diluncurkan kapal selam pada Oktober 2019.
 
Negosiasi nuklir antara AS dan Korea Utara telah terhenti selama lebih dari dua tahun karena ketidaksepakatan mengenai pelonggaran sanksi yang dipimpin AS terhadap Korea Utara, sebagai imbalan atas langkah-langkah denuklirisasi oleh Korea Utara.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif