Seorang perempuan mengenakan masker di Barcelona, Spanyol, di tengah pandemi covid-19. (Foto: Pau Barrena/AFP/Getty)
Seorang perempuan mengenakan masker di Barcelona, Spanyol, di tengah pandemi covid-19. (Foto: Pau Barrena/AFP/Getty)

Lockdown di Banyak Negara Picu Lonjakan Kasus KDRT

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 28 Maret 2020 18:04
Hubei: Banyak negara telah memberlakukan kebijakan penutupan wilayah secara menyeluruh atau lockdown demi meminimalisasi penyebaran virus korona (covid-19). Lockdown ini memicu berbagai hal, mulai dari merosotnya perekonomian warga hingga lonjakan jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
 
Lonjakan KDRT terjadi di Hubei, sebuah provinsi di Tiongkok tempat pertama kalinya covid-19 muncul. Menurut keterangan sejumlah aktivis kepada media lokal, jumlah laporan KDRT yang diterima kepolisian Hubei melonjak hingga tiga kali lipat dari biasa.
 
Tahun lalu, kepolisian Hubei menerima 47 laporan KDRT sepanjang Februari. Sementara tahun ini, jumlahnya melonjak menjadi 162.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Epidemi memiliki imbas besar terhadap kekerasan domestik," ujar Wan Fei, seorang mantan polisi yang mendirikan organisasi terkait KDRT, kepada situs Sixth Tone.
 
"Menurut statistik kami, 90 persen dari KDRT (sepanjang Februari 2019) terkait dengan epidemi covid-19," lanjutnya, seperti dikutip dari laman Guardian, Sabtu 28 Maret 2020.
 
Pola yang sama terlihat di negara lain. Di Brasil, media Globo melaporkan lonjakan KDRT terkait masa isolasi covid-19 yang diberlakukan pemerintah. "Kami rasa ada peningkatan 40 hingga 50 persen," tutur Adriana Mello, seorang hakim khusus urusan KDRT di wilayah Rio de Janeiro.
 
Seseorang yang tinggal bersama pelaku kekerasan di dalam satu rumah tidak bisa pergi keluar di tengah lockdown covid-19. Hal ini memicu peningkatan jumlah kasus KDRT. "Kita perlu tetap tenang dalam menyelesaikan masalah ini," sambung Mello.
 
Pemerintah regional Catalonia juga mencatat lonjakan 20 persen kasus KDRT selama periode lockdown. Di Siprus, sambungan telepon hotline untuk KDRT telah meningkat 30 persen setelah 9 Maret, tanggal pertama kalinya negara pulau tersebut mengonfirmasi kasus perdana covid-19.
 
Di Spanyol, pemerintah menegaskan bahwa individu yang merasa mengalami KDRT, tidak akan dihukum jika meninggalkan rumah di tengah lockdown.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif