Ilustrasi gelombang panas. (Foto: AFP)
Ilustrasi gelombang panas. (Foto: AFP)

Temperatur Lampaui 40 Derajat Celcius, Australia Waspada Kebakaran

Internasional kebakaran hutan cuaca ekstrem australia
Willy Haryono • 29 November 2020 14:02
Sydney: Sejumlah wilayah di Australia, termasuk Sydney, dilanda temperatur tinggi sepanjang bulan ini dengan suhu udara diperkirakan tetap tinggi hingga Minggu, 29 November 2020. Hal ini membuat otoritas Australia mengeluarkan larangan total terhadap aktivitas membakar apapun, termasuk membuat api unggun.
 
Dilansir dari laman The Straits Times, temperatur udara di Sydney CBD melampaui 40 derajat Celcius pada Sabtu kemarin. Suhu udara di beberapa bagian barat New South Wales, Australia Selatan, dan juga Victoria bahkan jauh lebih tinggi lagi hingga hampir menyentuh angka 45.
 
Suhu udara di beberapa wilayah Australia diperkirakan tetap melampaui 40 derajat Celcius pada Minggu ini. Biro Meteorologi Australia memprediksi adanya gelombang panas selama lima hingga enam hari di utara New South Wales dan tenggara Queensland.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Operator Pasar Energi Australia (AEMO) mengatakan, permintaan energi di New South Wales pada Minggu petang mungkin akan melampaui pasokan yang tersedia akibat tingginya temperatur udara.
 
Australia pernah mengalami musim panas yang lebih panas dan lebih lama. Musim panas tahun lalu di Australia sempat disebut "Black Summer" oleh Perdana Menteri Scott Morrison karena begitu lama dan intens.
 
Black Summer di Australia telah memicu kebakaran hutan yang menghanguskan hampir 12 juta hektare lahan dan menewaskan 33 orang serta satu miliar hewan liar.
 
Dinas Pemadam Kebakaran Pegunungan Australia telah mengeluarkan larangan aktivitas membakar apapun untuk sebagian besar wilayah New South Wales pada Minggu ini. Kebakaran hutan dikhawatirkan lebih rentan terjadi karena tingginya temperatur udara yang diperparah tiupan angin kencang serta kondisi kering.
 
Baca:  Petugas Pemadam Kembali Jadi Korban Kebakaran di Australia

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif