Mantan PM Jepang Shinzo Abe sebut akan membela Taiwan jika diserang Tiongkok. Foto: AFP
Mantan PM Jepang Shinzo Abe sebut akan membela Taiwan jika diserang Tiongkok. Foto: AFP

Tiongkok Dibuat Marah karena Ucapan PM Jepang, Ada Apa?

Internasional jepang Tiongkok taiwan tiongkok-taiwan
Medcom • 02 Desember 2021 19:04
Beijing: Kementerian Luar Negeri Tiongkok memanggil Duta Besar Jepang di Tiongkok, Hideo Tarumi untuk ‘pertemuan darurat’ pada Rabu malam, 1 Desember 2021. Pemanggilan ini dilakukan setelah Tiongkok mendengar pernyataan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
 
Sebelumnya, Abe mengatakan, baik Jepang maupun Amerika Serikat (AS) tidak dapat berdiam diri jika Tiongkok menyerang Taiwan.
 
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 2 Desember 2021, Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying menyebut, pernyataan Abe ‘salah’. Dalam pertemuan dengan Tarumi, Hua menyebut Abe teIah melanggar norma dasar hubungan antara Tiongkok dan Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chunying mengatakan, pernyataan pejabat berusia 67 tahun tersebut “secara terbuka menantang kedaulatan Tiongkok dan memberikan dukungan berani kepada pasukan kemerdekaan Taiwan”.
 
Abe memperingatkan dalam  pidato virtual dengan Institute for National Policy Research (INPR), sebuah think-tank di Taiwan pada Rabu, konsekuensi keamanan dan ekonomi yang serius dari setiap tindakan militer Tiongkok terhadap Taiwan. Abe menambahkan, mendesak Tiongkok “untuk tidak melangkah ke jalan yang salah”. 
 
“Petualangan militer akan mengarah pada bunuh diri ekonomi,” ungkap Abe.
 
Invasi Tiongkok ke Taiwan akan menjadi ancaman signifikan bagi Jepang, dan oleh karena itu "keadaan darurat bagi aliansi Jepang-AS”, ujar politisi veteran itu.
 
“Orang-orang di Tiongkok, terutama Presiden Tiongkok Xi Jinping, seharusnya tidak pernah salah paham dalam mengakui hal ini,” tambahnya.
 
Saat ditanya terkait pemanggilan pada konferensi pers reguler di Jepang pada Kamis, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno mengatakan, pihaknya tidak setuju dengan tindakan Tiongkok. 
 
Matsuno menambahkan, Pemerintah Jepang tidak dalam posisi untuk mengomentari pernyataan yang dibuat oleh sejumlah orang yang tidak berada di pemerintahan.
 
“Duta Besar Tarumi mengatakan perlu bagi Tiongkok untuk memahami bahwa ada orang di Jepang yang memiliki pendapat seperti itu dan Jepang tidak dapat menerima pandangan sepihak Tiongkok tentang masalah seperti itu,” ucap Matsuno.
 
Abe, yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri tahun lalu, adalah kepala faksi terbesar Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan tetap berpengaruh di dalam partai.
 
Tiongkok mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya sendiri. Tiongkok tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau tersebut, yang pernah menjadi koloni Jepang.
 
Sejak Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen terpilih sebagai presiden pada 2016, Tiongkok disebut menjadi lebih tegas atas klaimnya. Pada Oktober lalu, Tiongkok diketahui mengirim rekor jumlah pesawat militer ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan. (Nadia Ayu Soraya)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif