PM Afghanistan bentukan Taliban, Mullah Mohammad Hassan Akhund. (Gulfnews/Twitter)
PM Afghanistan bentukan Taliban, Mullah Mohammad Hassan Akhund. (Gulfnews/Twitter)

PM Afghanistan Bentukan Taliban Sampaikan Pidato Nasional Perdana

Internasional Taliban afghanistan taliban afghanistan Mullah Hasan Akhund
Willy Haryono • 28 November 2021 09:11
Kabul: Perdana Menteri Afghanistan bentukan Taliban menyampaikan pidato nasional pertamanya sejak kelompok tersebut mengambil alih kekuasaan di negara tersebut pada pertengahan Agustus lalu. Ia mengatakan, Afghanistan ingin menjalin hubungan baik dengan negara-negara dunia.
 
Mullah Mohammad Hassan Akhund, salah satu pendiri Taliban, juga membahas beragam isu dalam pidato yang disiarkan di televisi nasional Afghanistan pada Sabtu, 27 November 2021.
 
"Kami tidak akan mencampuri urusan internal negara-negara di dunia, dan kami ingin menjalin hubungan ekonomi yang baik dengan mereka semua," kata Akhund dalam pidato yang berlangsung sekitar 30 menit, dilansir dari laman RFE/RL Gandhara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taliban menguasai Afghanistan usai merebut Kabul pada 15 Agustus lalu, yang kemudian diikuti oleh penarikan pasukan Amerika Serikat dari negara tersebut. Kepada masyarakat, Akhund mengatakan Taliban telah memenuhi janjinya untuk terus memerangi pasukan asing hingga terbentuknya pemerintahan baru.
 
Namun sejak berkuasa kembali, Taliban masih kesulitan mengubah gerakan gerilyanya menjadi sebuah pemerintahan Afghanistan yang berfungsi dengan baik.
 
Afghanistan di bawah Taliban dalam tiga bulan terakhir dilanda krisis finansial serius, yang ditandai meroketnya inflasi, pengangguran, dan jatuhnya nilai mata uang.
 
Situasi tersebut diperburuk langkah AS yang membekukan aset luar negeri Afghanistan senilai lebih kurang USD10 miliar. Hal ini membuat Taliban hanya memiliki sedikit dana untuk menjalankan pemerintahan.
 
Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional juga menghentikan sementara akses pendanaan terhadap Afghanistan.
 
Donor-donor asing menyalurkan sekitar 75 persen dari total anggaran pemerintahan terdahulu di Afghanistan. Saat itupun, Afghanistan sudah dilanda krisis kemanusiaan karena konflik bersenjata, kekeringan parah, dan buruknya pemerintahan.
 
Baca:  Taliban Sebut Krisis Kemanusiaan Afghanistan Terjadi Sebelum Mereka Berkuasa
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengingatkan risiko terjadinya krisis kemanusiaan masif di Afghanistan, dengan lebih dari 38 juta penduduknya terancam menghadapi kelaparan di musim dingin tahun ini.
 
"Kami mengalami banyak masalah, dan kami berusaha menggalang kekuatan semua masyarakat agar mereka bisa keluar dari penderitaan," tutur Akhund.
 
"Kami menyerukan organisasi relawan internasional untuk tidak menahan bantuan mereka dan bersedia membantu negara kami," sambungnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif