Vaksin Sputnik V dari Rusia yang dikembangkan Institut Gamaleya. Foto: AFP
Vaksin Sputnik V dari Rusia yang dikembangkan Institut Gamaleya. Foto: AFP

India Beli 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Rusia

Internasional india Virus Korona rusia vaksin covid-19
Fajar Nugraha • 17 September 2020 07:56
Moskow: Dana Investasi Langsung Rusia (The Russien Direct Investment Fund/RDIF) telah setuju untuk memasok 100 juta dosis vaksin virus korona, Sputnik V, ke perusahaan obat India Dr Reddy's Laboratories. Kesepakatan dicapai pada Rabu 16 September ketika Moskow mempercepat rencana untuk mendistribusikan suntikannya ke luar negeri.
 
Kesepakatan itu muncul setelah RDIF mencapai kesepakatan dengan produsen India untuk memproduksi 300 juta dosis vaksin di India. Selama ini, India merupakan konsumen utama minyak dan senjata Rusia.
 
“Dr Reddy's, salah satu perusahaan farmasi top India, akan melakukan uji klinis fase III dari vaksin tersebut di India. Namun ini akan menunggu persetujuan regulasi,” kata RDIF dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Times of India, Kamis 17 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pengiriman ke India dapat dimulai pada akhir 2020, menunggu pada penyelesaian uji coba dan pendaftaran vaksin oleh otoritas di India,” imbuh RDIF.
 
Rusia menjadi satu-satunya negara yang mengeluarkan lisensi vaksin covid-19 sebelum uji klinis Fase tiga rampung dilakukan. Pengumuman Rusia membuat kekhawatiran dari banyak pihak mengenai keamanan dan efektivitas dari vaksin Sputnik V itu.
 
Namun Wakil Direktur Dr Reddy’s, G V Prasad mengatakan, uji klinis Fase 1 dan Fase 2 vaksin Sputnik telah menunjukkan hasil menjanjikan.
 
“Vaksin Sputnik V bisa menyediakan pilihan kredibel dalam perang melawan covid-19 di India,” tegas Prasad.
 
Tidak diketahui detail harga dari vaksin itu, tetapi RDIF menyatakan bahwa pihaknya tidak mencari keuntungan. Penjualan vaksin hanya akan menggantikan biaya produksi.
 
Kesepakatan ini muncul di saat angka positif covid-19 di India sudah melampaui angka 5 juta. Kondisi itu menekan rumah sakit yang mengatakan tidak memiliki pasokan oksigen untuk ribuan pasien dalam kondisi kritis.

 
(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif