Polisi Malaysia melalukan patroli pembatasan pergerakan warga. Foto: The Star
Polisi Malaysia melalukan patroli pembatasan pergerakan warga. Foto: The Star

Gerak Dibatasi, WNI di Malaysia dapat Bantuan Logistik

Internasional perlindungan wni
Marcheilla Ariesta • 01 April 2020 19:17
Jakarta: Perintah pembatasan pergerakan (MCO) yang diterapkan pemerintah Malaysia tentunya berdampak bagi seluruh penduduk di Malaysia, termasuk warga negara Indonesia (WNI). Apalagi, MCO diperpanjang hingga 14 April.
 
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Judha Nugraha mengatakan, dampak terberat MCO dirasakan buruh harian lepas. Sedangkan WNI yang memiliki majikan dinilai masih dalam kondisi baik.
 
"Merespons kondisi tersebut, seluruh perwakilan Indonesia yang ada di Malaysia telah aktif memberikan bantuan logistik kepada kelompok yang paling rentan dari pekerja migran Indonesia," kata Judha, dalam jumpa pers virtual, Rabu 1 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karenanya perwakilan RI di Malaysia memberikan bantuan logistik untuk para WNI tersebut.
 
"Hingga hari ini tercatat perwakilan Indonesia di Malaysia telah menyalurkan sebanyak 3.143 paket bantuan logistik dan telah menyiapkan hampir 3.000 paket tambahan," imbuhnya.
 
Sementara itu, pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan rapat virtual dengan kepala perwakilan di Kuala Lumpur dan Konsul Jenderal RI di Malaysia untuk membahas evaluasi pemberian bantuan kepada WNI.
 
"Memang dari komunikasi itu kita bisa mengidentifikasi dan masih terus melakukan identifikasi terkait kelompok mana saja yang termasuk rentan di Malaysia yang memerlukan bantuan pada saat kondisi sekarang tidak cukup kondusif di Malaysia," kata Faizasyah.
 
Meski masih banyak WNI yang berada di Malaysia, Judha menuturkan sejak 18 hingga 31 Maret kemarin, tercatat 34.696 orang yang pulang ke Indonesia.
 
"Data yang kami catat adalah yang pulang dari Semenanjung Malaysia. Mayoritas yang pulang adalah WNI pemegang fasilitas bebas visa 30 hari, jadi bukan pekerja migran kita yang menetap di Malaysia, yang memiliki izin tinggal tetap dan izin kerja tetap di Malaysia," ujarnya.
 
Malaysia menjadi negara yang paling terkena dampak covid-19 di Asia Tenggara. Pasien covid-19 terbanyak berasal dari jemaah tabligh akbar di Masjid Jamek Sri Petaling Kuala Lumpur.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif