Perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara selalu berpotensi memanas. Foto: AFP
Perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara selalu berpotensi memanas. Foto: AFP

Pejabat Korsel yang Dibunuh Korut Dipastikan Ingin Membelot

Internasional korea utara korea selatan
Fajar Nugraha • 29 September 2020 10:27
Seoul: Pejabat Kementerian Perikanan Korea Selatan (Korsel) yang hilang yang dibunuh oleh tentara Korea Utara (Korut) di laut pekan lalu, diketahui membelot. Hal ini disampaikan oleh pasukan penjaga pantai Korsel Selasa 29 September 2020.
 
Kematian pejabat itu memicu kontroversi setelah kakak laki-lakinya membantah klaim awal pemerintah bahwa dia mungkin mencoba melarikan diri ke Korea Utara.
 
Baca: Korut Sempat Berusaha Menolong Pejabat Korsel di Perbatasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penjaga Pantai mengatakan, kepastian itu diungkapkan setelah penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV, intelijen militer . Selain itu, adanya catatan latar belakang bahwa pejabat tersebut mengatakan kepada pasukan Korea Utara bahwa dia ingin membelot dan mereka mengetahui informasi pribadinya yang terperinci.
 
"Kami telah memastikan bahwa pihak Utara telah mengamankan informasi pribadinya yang hanya akan dia ketahui, termasuk nama, usia, kota asal dan tinggi badan. Orang yang dilaporkan hilang itu telah menyampaikan kesediaannya untuk pergi ke Utara," kata Kepala Investigasi dan Intelijen Penjaga Pantai Korsel, Yoon Sung-hyun.
 
“Kemungkinannya sangat rendah bahwa dia telah kehilangan pijakan atau mencoba bunuh diri karena dia mengenakan pelampung dan alat pelampung ketika ditemukan sekitar 38 kilometer dari tempat dia hilang,” jelasnya.
 
Saudara laki-laki pria itu, Lee Rae-jin, mengatakan ini pasti kecelakaan karena dia baru saja mendapat kapal baru dan tidak ada alasan untuk membelot.
 
Yoon mengatakan pejabat itu memiliki hutang lebih dari 58 juta won atau sekitar Rp739 juta. Tetapi masih belum jelas apakah dia berusaha melarikan diri karena utang.
 
Penjaga Pantai dan Angkatan Laut Korsel telah memperluas pencarian tubuh pria yang melibatkan puluhan kapal setelah Pyongyang mengatakan tentara hanya membakar perangkat pelampung yang dia gunakan, dalam upaya untuk mencegah risiko wabah virus korona.
 
Baca: Kim Jong-un Meminta Maaf atas Penembakan Pejabat Korsel.
 
Korea Selatan menuduh Korea Utara menyiram tubuhnya dengan bahan bakar dan membakarnya setelah membunuh pria itu, menyerukan penyelidikan bersama.
 
Pyongyang tetap bungkam tentang penyelidikan bersama itu hingga Selasa, tetapi pemimpin Kim Jong Un telah mengajukan permintaan maaf. Media pemerintah mengatakan Korut sedang melakukan pencarian sendiri untuk jasad pria itu, tetapi memperingatkan Korsel agar tidak meningkatkan ketegangan dengan masuk ke perairannya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif